Dialog Merah Putih Bali Era Baru digelar di Warung Coffee Bali 63, Denpasar. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi baru-baru ini meraih predikat sebagai provinsi layak anak dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga. Hal ini membuktikan Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali memiliki kepedulian tinggi terhadap anak-anak dan generasi muda Bali. Demikian terungkap dalam Dialog Merah Putih Bali Era Baru di Warung 63 Denpasar. Hadir sebagai narasumber, Waka Kesiswaan SMA N 9 Denpasar I Made Priyana Ginada, S.H., M.Pd., Pengamat Pendidikan yang juga mantan Ketua Pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Bali, Tjok Istri Mas Mingguwathini M.Pd., dan Siswa SMA Negeri 9 Denpasar I Komang Ananta Satria Wibawa.

Waka Kesiswaan SMA N 9 Denpasar I Made Priyana Ginada, S.H., M.Pd., mengatakan bahwa program Pemerintah Provinsi Bali dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” telah mampu mengantarkan Bali sebagai salah satu dari 14 Provinsi di Indonesia yang mendapatkan predikat sebagai provinsi layak anak tahun 2023 oleh Kementerian PPPA RI. Hal ini menandakan bahwa Gubernur Koster begitu serius peduli terhadap anak-anak generasi muda Bali.

Bahkan di saat pandemi Covid-19 melanda, Gubernur Koster menyempatkan diri membangun sekolah baru, yaitu SMAN 9 Denpasar. Ini dilakukan Gubernur Koster untuk memberikan pendidikan yang layak kepada generasi muda Bali untuk mencapai generasi emas Indonesia pada tahun 2045.

Baca juga:  Meredam Gejolak Harga Pangan Jelang Tahun Pemilu 2024

Bali sebagai provinsi layak anak dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga yang merupakan kali pertama diraih oleh Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster. Capaian ini sejalan dengan implementasi dari visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, dengan misi yang diampu oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Bali.

Yaitu misi 7, mengembangkan sistem jaminan sosial secara komperhensif dan terintegrasi bagi kehidupan krama Bali sejak mulai kelahiran, tumbuh kembang sampai akhir masa kehidupannya. Dan misi 20, mewujudkan kehidupan krama Bali yang demokratis dan berkeadilan dengan memperkuat budaya hukum, politik dan kesetaraan gender dengan memperhatikan nilai-nilai budaya Bali. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga telah mempunyai Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Waka Kesiswaan SMA N 9 Denpasar I Made Priyana Ginada, S.H., M.Pd., mengungkapkan bahwa salah satu program yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali, yaitu bagaimana setiap sekolah harus memberikan hak kepada anak. Khusus di SMAN 9 Denpasar, program tersebut telah dilakukan dengan berbagai pengembangan inovasi. Pertama, setiap keluarga memiliki pondasi yang kuat bagaimana mempersiapkan anak-anaknya sedini mungkin siap bersaing di zaman milenial ini. Kedua, memberikan ruang seluas-luasnya kepada peserta didik baru untuk menampilkan jati dirinya untuk meraih mimpi-mimpinya. Apalagi, brand dari sekolah yang baru berdiri 3 tahun ini adalah tak henti-hentinya meraih prestasi. Terbukti, selama 3 tahun ini SMAN 9 Denpasar sudah mampu meraih sebanyak 236 prestasi.

Baca juga:  715 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Bali Mandara Selama Lebaran

Pengamat Pendidikan yang juga mantan Ketua Pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Bali, Tjok Istri Mas Mingguwathini M.Pd., mengapresiasi atas raihan predikat Provinsi Bali layak anak. Dikatakan, pengembangan karakter anak dimulai sejak usia dini. Selain orang tua, guru TK memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter anak. Sebab, karakter itu dibentuk dari dalam keluarga, tetapi karakter tersebut diasah pada saat anak-anak di sekolah TK oleh guru TK.

Baca juga:  Tak Hanya di Tabanan, Sejumlah Perbekel Incumbent di Denpasar Kalah

Dikatakan, sebelum menerima anak peserta didik, lembaga sekolah TK terlebih dahulu menerima orang tuanya. Hal ini penting untuk menyampaikan program yang akan diberikan di sekolah TK. Sehingga, ada persamaan persepsi antara lembaga, anak, dan orangtua. Langkah ini sangat penting di dalam membentuk karakter anak di TK untuk diterapkan di rumah.

Siswa SMA Negeri 9 Denpasar, I Komang Ananta Satria Wibawa, mengatakan selama menuntut pendidikan di SMAN 9 Denpasar berbagai hal positif sesuai dengan perkembangan zaman didapatkan. Sebab, guru-guru di sekolah ini masih muda-muda. Sehingga, cara mendidiknya lebih asyik sesuai keinginan anak zaman milenial saat ini.

Hal itu dirasakan, karena ketika masih duduk di SMP, sistem pembelajarannya sangat berbeda. Karena guru SMP yang didominasi oleh orang tua, sehingga guru hanya sibuk menerangkan pembelajaran, tanpa adanya interaksi seperti yang dilakukan guru-guru muda kekinian. Menurutnya, dengan sistem mengajar yang lebih modern dan mengasyikkan akan mempengaruhi karakter anak. Apalagi, di SMAN 9 Denpasar, siswa diberikan ruang seluas-luasnya untuk mengikuti kompetisi sesuai dengan bakat yang dimiliki. (kmb/balipost)

 

BAGIKAN