Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sikap sombong para pelaku pariwisata menjadi sorotan Gubernur Bali, Wayan Koster. Ia menilai ketika pariwisata sudah mulai pulih dan ekonomi bangkit pascapandemi COVID-19, pelaku pariwisata mulai lupa pada pemerintah.

Gubernur menilai hal ini merupakan kebiasaan buruk pelaku pariwisata di Bali. “Biasanya pelaku pariwisata agak sombong, ketika susah ribut nyalahin pemerintah. Ketika dia hidup, dia lupa pemerintah. Waktu kita menangani pandemi dengan keras, ribut terus, tapi begitu pulih karena kita mengelola pandemi dengan baik dia tidak pernah ingat dengan pemerintah,” tandas Gubernur Koster saat memberikan sambutan pada acara Workshop Dukungan Eksekutif dan Legislatif Dalam Pengembangan Program Air Minum di Perkotaan Dalam Kerangka NUWSP, di The Trans Resort Bali, Kuta, Badung, Kamis (3/8).

Baca juga:  Bicara di B20, Elon Musk Kenakan Batik

Gubernur Koster mengatakan hal itu merupakan kebiasaan buruk pelaku pariwisata di Bali. Maka dari itu, saat ini Gubernur Koster sedang melakukan briefing dengan pelaku pariwisata agar tetap saling bekerja sama.

Tujuannya, agar semua bisa bersama hidup survive. “Semuanya saling membutuhkan tidak boleh saling menyalahkan satu sama lain, kita harus bekerja bersama,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Terkait workshop, ia menilai kehadiran para peserta tidak hanya sharing mengenai mengelola air di perkotaan, namun juga sebagai upaya percepatan pemulihan pariwisata Bali. Sebab, selama pandemi COVID-19, lebih dari dua tahun pariwisata Bali terpuruk.

Baca juga:  Di GPDRR ke-7, Gubernur Koster Paparkan “Kulkul” Jadi Sirine Penanggulangan Bencana di Bali

Dikatakannya, banyak jalan-jalan sepi, sunyi, senyap. Namun, saat ini sudah mulai bergairah lagi. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *