Ny. Putri Suastini Koster menggandeng Pokli Pembangunan Pemerintah Bali Jabarkan Pembangunan Infrastruktur Bali Era Baru di Radio Dirgantara Kabupaten Jembrana, Kamis (29/6). (BP/Ist)

NEGARA, BALIPOST.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster dengan visinya untuk mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, berdaya, beriman dan bertaqwa menuju Indonesia Maju di Tahun 2024, secara berkelanjutan melaksanakan sosialisasi kegiatan dan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana bersama instansi terkait. Sosialisasi saat ini adalah mensosialisasikan program-program Pemerintah Provinsi Bali yang sudah dilaksanakan selama 4 tahun kepemimpinan Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali.

Tema besarnya, yakni “44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru” memiliki kaitan erat dan sangat relevan karena sejalan dengan visi gerakan PKK. Tim Penggerak PKK Provinsi Bali sebagai mitra kerja pemerintah daerah perlu mengambil peran dalam mendukung kebijakan tersebut.

Hal ini disampaikan Ny. Putri Koster saat didaulat sebagai narasumber dalam Dialog Interaktif dengan tema “44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru” dalam tema “Pembangunan Infrastruktur Bali Era Baru”, di Radio Dirgantara Kabupaten Jembrana, Kamis (29/6). Pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster menggandeng 2 narasumber lain yang membidanginya, yakni Prof. I Made Damriyasa dan Ir. Made Arca Eriawan.

Baca juga:  Ny Putri Koster Sosialisasikan Upaya Wujudkan Bali Pulau Digital

Ny. Putri Koster mengatakan pembangunan Bali yang sejahtera harus diimbangi dengan fasilitas infrastruktur yang memadai pula. Dimana, seperti yang diketahui bahwa infrastruktur yang lengkap akan memudahkan mobilisasi warga dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Selain itu, bermanfaat juga memangkas tingginya harga akibat tengkulak di bidang perdagangan. Yang terpenting baginya, kemajuan perekonomian wilayah akan ditentukan oleh adanya sentra ekonomi yang aktif, dengan sumber potensi yang jelas dan kuat.

Selain itu, dukungan keluarga dan lingkungan terdekat merupakan kunci untuk menggerakkan partisipasi aktif program pemerintahan. “Cari dulu potensi kabupatennya apa, lalu buat dan jadikan ciri khas wilayahnya agar bisa menjadi sentra perekonomian warga setempat. Namun semua itu tidak lepas dari kemauan dan semangat warganya sendiri untuk maju, dan berusaha berkembang dan mengembangkan diri. Karena seperti pepatah, kita harus mampu hidup menghidupi, laksanakan swadarma kita hidup di dunia dan melaksanakan tutur luwih yang harus dilakoni sebagai landasan langkah kita menuju hal positif,” tegas istri Gubernur Bali, Wayan Koster ini.

Prof. I Made Damriyasa selaku Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, menjelaskan terkait konsep Ekonomi Kerthi Bali yang bertujuan menyeimbangkan pembangunan antar wilayah melalui struktur akomodasi perekonomian Kerthi Bali dengan konsep alam yang mengutamakan hasil riset. Keseimbangan tercipta ketika penataan rencana yang kemudian dikerjakan secara nyata dan dapat digunakan oleh publik luas.

Baca juga:  Vaksinasi Emergency Sasar Ratusan HPR di Penyaringan

Hal ini tentu akan memberikan imbal balik yang positif antara ketersediaan pembangunan melalui fasilitas dan sarana berupa infrastruktur dengan pertumbuhan ekonomi yang selama ini diinginkan.

Sementara itu, Ir. Made Arca Eriawan yang juga salah satu anggota Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Bidang Infrastruktur, menjelaskan bahwa semua pembangunan infrastruktur dilaksanakan untuk mendukung 5 program prioritas pembangunan. Yaitu, pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, adat, agama, tradisi dan budaya serta pariwisata dan program pendukung lainnya.

Pembangunan infrastruktur juga dilaksanakan untuk mendorong percepatan berjalanannya sektor-sektor unggulan dalam rangka transformasi struktur perekonomian Bali pada sektor pertanian, sektor kelautan dan perikanan, sektor industri, sektor UMKM/ IKM, sektor industri kreatif dan digital, dan sektor pariwisata. Dan selanjutnya dengan adanya pembangunan infrastruktur dan sarana-prasarana strategis yang dibangun tersebut akan mendorong pusat-pusat pertumbuhan perekonomian baru yang terintegrasi guna menyeimbangkan pembangunan di wilayah Bali selatan, Bali barat, Bali tengah, Bali utara, dan Bali timur yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali secara merata dan adil baik sekala dan niskala.

Baca juga:  Harapan pada Pesta Kesenian Bali 2019

Dijelaskannya juga beberapa rencana pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan dan akan dikerjakan, yakni jalan nasional Bali selatan diarahkan untuk konektivitas pariwisata. Jalan nasional Bali utara diarahkan untuk mengakomodasikan logistik dari pelabuhan utama/ pengumpul menuju jalan tol.

Jalan tol diarahkan untuk pemanfaatan lalu lintas regional, perpindahan antar kawasan pariwisata, dan dukungan logistik menuju kawasan pariwisata dan keperluan ekspor-impor. Transportasi massal perkotaan (KA) diarahkan untuk memecahkan kemacetan perkotaan akibat beban yang tinggi dari pergerakan pariwisata dan komuter. Jaringan kereta api adalah prioritas untuk menghubungkan bandar udara dengan sistem transportasi perkotaan umum.

Terdapat juga pelabuhan pada pantai utara Bali dan Gilimanuk akan menjadi pintu masuk logistik nasional maupun internasional, sementara pelabuhan pantai selatan Bali diarahkan untuk menjadi konektivitas pariwisata internasional, nasional maupun regional. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN