Arsip foto - Calon pembeli memilih pakaian impor bekas di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (8/7/2022). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Industri kecil dan menengah (IKM) menjadi industri yang paling terdampak oleh praktik perdagangan pakaian bekas yang diimpor dari luar negeri. Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa.

“Untuk pasar di dalam negeri, mayoritas sudah dikerjakan oleh IKM. Jadi, yang paling terdampak sekali oleh (perdagangan impor) pakaian bekas adalah IKM, karena kalau garmen besar kan mengerjakan untuk merek besar dan ekspor,” kata Jemmy, dikutip dari Kantor Berita Antara, Jumat (3/3).

Baca juga:  Sempat Diguyur Hujan, Api di TPA Suwung Belum Dipastikan Padam

Praktik perdagangan barang bekas impor berupa pakaian hingga sepatu bekas baru-baru ini menjadi perbincangan di Indonesia, dipicu oleh laporan investigasi kantor berita Reuters menemukan bahwa 11 pasang sepatu yang mereka sumbangkan untuk program daur ulang justru sebagian besar berakhir di pasar loak Indonesia.

Selain itu, pada pertengahan Februari lalu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau mengamankan dua buah kontainer yang berisi 1.200 karung berisi pakaian bekas, tas bekas, hingga sepatu bekas, impor dari Singapura.

Baca juga:  Beberapa Tahun Mangkrak, Disperindag Kembali Ajukan Anggaran IKM Celuk dan Pasar Silakarang

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan aturan terkait pelarangan impor pakaian bekas dan barang bekas lainnya, tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

API menilai perdagangan pakaian bekas impor dapat menyebabkan IKM mengalami penurunan pendapatan. Di samping itu, impor pakaian bekas juga akan berpengaruh terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan. “Pendapatan IKM boleh dikatakan mingguan dan mereka banyak mantan karyawan yang dulunya bekerja di garmen besar. Jadi, lapangan pekerjaan ini sangat dibutuhkan dan harus dijaga,” ujar Jemmy.

Baca juga:  Fashion Show Pameran IKM Bali Bangkit, Beri Multi Efek Bagi Pelaku IKM

Untuk itu, Jemmy pun berharap pemerintah dapat dengan tegas menegakkan aturan terkait impor baju bekas dengan sebaik-baiknya guna mendukung pertumbuhan IKM dalam negeri.

Mengenai pakaian bekas yang sudah telanjur masuk ke Indonesia, Jemmy berharap agar dapat ditindaklanjuti dan dimusnahkan sesuai aturan yang berlaku. (Kmb/Balipost)

 

BAGIKAN