Sekelompok perempuan dari etnis minoritas Dai menyambut tamunya di Desa Manyuan, Prefektur Xishuangbanna, Provinsi Yunnan, China, yang berbatasan langsung dengan Laos, Kamis (9/2/2023). Masyarakat suku Dai mampu bangkit dari kemiskinan dengan menjadikan desanya sebagai objek wisata. (BP/Ant)

YUNNAN, BALIPOST.com – Kebijakan baru pemerintah China yang membuka akses bagi wisatawan negara itu untuk liburan ke luar negeri, disambut dengan kesiapan dari Pemerintah Provinsi Yunnan, China, untuk bertukar wisatawan dengan Indonesia.

“Kami siap mengirimkan wisatawan China ke Indonesia,” kata Han Yue dari Biro Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Yunnan, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Minggu (12/2).

Meskipun tidak memiliki data resmi, pejabat perempuan itu menyebutkan banyak wisatawan dari daerahnya yang mengunjungi Indonesia, terutama Bali.

Baca juga:  Calon Pemimpin Indonesia Agar Pahami Lanskap Geopolitik Global

Secara geografis, Yunnan yang berada di wilayah selatan China relatif lebih dekat dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Provinsi yang berbatasan langsung dengan Laos, Myanmar, dan Vietnam itu juga memiliki latar belakang budaya yang nyaris sama dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk dalam hal makanan.

Yunnan juga salah satu wilayah komunitas Muslim terbesar di China. Laksamana Cheng Ho, pelayar legendaris Muslim China yang sangat populer di Indonesia, berasal dari provinsi ini. “Karenanya, tidak sedikit wisatawan Muslim dari Asia Tenggara yang datang ke Yunnan karena kami banyak memiliki situs-situs komunitas Muslim dan makanan halal tentunya,” kata Han.

Baca juga:  Vital, Peran Humas Jembatani Komunikasi Pemerintah dengan Masyarakat

Han memperkirakan jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Yunnan mencapai angka 35.000 per tahun sebelum pandemi COVID-19.

Citilink merupakan satu-satunya maskapai Indonesia yang masih melayani penerbangan langsung dari Jakarta menuju Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan, pergi-pulang sampai saat ini. “Kami berharap hubungan pariwisata Yunnan dengan Indonesia segera pulih,” kata Han menambahkan.

Yunnan memiliki dua jalur wisata. Jalur barat cocok bagi wisata yang gemar berpetualang di alam liar, seperti pegunungan salju Shangrila yang berbatasan dengan Tibet, sedangkan jalur selatan banyak dikunjungi wisatawan yang suka flora, fauna, budaya, dan kuliner.

Baca juga:  Antusias Sambut Gubernur Koster di Bandara Ngurah Rai, Wisdom Ajak "Selfie"

Provinsi Yunnan yang udaranya sejuk pada musim dingin menjadi tujuan favorit wisatawan dari wilayah tengah, barat, utara, dan timurlaut daratan Tiongkok yang pada musim libur Tahun Baru Imlek suhu udaranya lebih rendah. (Kmb/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *