Dr. Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pariwisata Bali kini kembali menggeliat pascamelandainya pandemi COVID-19. Pasalnya, sejumlah penerbangan langsung (direct flight) ke Bali dari sejumlah negara sudah berdatangan.

Terakhir, direct flight dari Tiongkok, China yang merupakan negara potensial pemasok wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. Bahkan, penambahan sejumlah direct flight dari beberapa kota di China tengah diusulkan.

Menggeliatnya pariwisata Bali ini mementum Bali
menata pariwsatanya. Para komponen pariwisata mendukung program Gubernur Bali, Wayan Koster menjadikan pariwisata Bali yang berkualitas,
berkelanjutan dan bermartabat. Hal itu terungkap dalam
Dialog Merah Putih Bali Era Baru “Geliat Pariwisata Bali
Pasca Pandemi Covid-19” di Warung Bali Coffee 63 A Denpasar, Rabu (25/1).

Ketua DPD IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association) Bali, Dr. Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA., mengatakan tingkat kunjungan wisatawan domestik (wisdom) maupun wisman awal 2023 telah mengalami tren peningkatan dibandingkan awal tahun 2022, bahkan melebihi ekspektasi. Dikatakan, jumlah Wisdom sepanjang 2022 hampir mencapai 8,2 juta orang.

Baca juga:  Tahun Depan Jatah DAK Buleleng Dipangkas, Ini Proyek Infrastruktur Terancam Mandek

Sedangkan, kunjungan Wisdom mencapai 2,1 juta orang. Pertumbuhan angka kunjungan ini cukup signifikan dalam situasi transisi pandemi COVID-19. Hal ini berdampak pada tingkat hunian hotel rata-rata meningkat 60-70 % dan telah menyerap 90 hingga 100 % tenaga kerja sektor pariwisata dengan gaji 90 % normal kembali.

Semua dampak positif ini telah merimbas ke semua sektor. Sehingga, pertumbuhan ekonomi Bali pada kuartal III tahun 2022 yang mencapai 8,09 %.

“Dan awal 2023, kalau kita lihat tingkat kedatangan wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik kalau kita bandingkan dengan tahun 2019 angkanya sudah hampir mirib. Pemulihan wisatawan mancanegara sudah hampir 80 persen, kalau wisatawan domestik hampir 95 persen kalau kita bandingkan Januari 2023 dengan tahun 2019,” tandas Yoga.

Baca juga:  Kedatangan Wisman Sudah Meningkat, Kuta Masih Sepi

Praktisi Pariwisata/Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB), Dr. Gusti Kade Sutawa, SE., MM., MBA., optimis peningkatan kunjungan wisman mauoun wisdom ke Bali pada 2023 akan terus mengalami peningkatan. Pasalnya, Wisman asal China sudah mulai berdatangan dengan adanya direct flight ke Bali.

Dr. Gusti Kade Sutawa, SE., MM., MBA. (BP/kmb)

Terlebih, berbagai prospek pengembangan pariwisata, baik dari pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata dan destinasi wisata baru telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardana Sukawati di masa pandemi Covid-19. Semua ini dilakukan untuk memberi kenyamanan akses wisatawan untuk menikmati keindahan alam dan budaya Bali.

Sehingga, keberlanjutan pariwisata Bali jauh lebih baik ke depannya. Dengan demikian, jumlah kunjungan wisatawan akan terus mengalami peningkatan untuk menumbuhkan perekonomian Bali.

Baca juga:  Tim Yustisi Denpasar Jaring 11 Pelanggar Prokes

Sementara itu, Konsul Kehormatan Malaysia di Bali, Dr. Panudiana Khun, MM., MAP., mengakui bahwa pariwisata Bali masih menjadi ikon pariwisata di Indonesia. Sebab, apabila pariwisata Bali maju, maka pariwisata di daerah lainnya di Tanah Air akan mengikuti.

Panudiana Kuhn. (BP/kmb)

Namun demikian, strategi jangka panjang, menengah dan pendek harus tetap dirancang oleh Pemerintah Provinsi Bali. Begitu juga sinergisitas semua komponen, baik pemerintah, swasta mauoun masyarakat mesti tetap dilakukan untuk keberlangsungan pariwisata Bali ke depan.

Menurutnya, semua upaya ini telah dan tengah dilakukan oleh Gubernur Koster dengan membangun sejumlah infrastruktur pendukung pariwisata ke depan. Seperti, membangun Pelabuhan Segitiga Emas, Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk, Shortcut, Tower Turyapada, dan pembangunan infrastruktur monumental lainnya. (Winatha/balipost)

BAGIKAN