Lokasi gempa susulan yang terjadi di wilayah Karangasem, Rabu (14/12). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gempabumi masih terus terjadi di Karangasem pada Rabu (14/12). Dua peristiwa gempa terbaru terjadi pada pukul 15.39 WITA dan 15.40 WITA.

Gempa yang dirilis oleh BMKG bermagnitudo 4,4 SR dan 4,5 SR itu dirasakan hingga Denpasar dan kabupaten lainnya. Bahkan dari pantauan, sejumlah warga berhamburan ke luar karena guncangan gempa.

Seperti nampak di Polresta Denpasar. Gempa yang mengguncang pada siang hari itu menyebabkan sejumlah orang berlari ke parkiran. Mereka nampak bergerombol di luar ruangan hingga gempa mereda.

Gempa M4,5 berlokasi di 8.18LS, 115.57 BT atau 19 km Timur Laut Karangasem dengan kedalaman 10 km. Sedangkan gempa M4,4 berlokasi di 8.24 LS, 115.58 BT atau 13 km Timur Laut Karangasem dengan kedalaman 10 km.

Baca juga:  Kasus Sewa Rumjab, Istri Wakil Bupati Buleleng Juga Diperiksa

Sebelumnya, dari data BMKG, hingga pukul 12.00 WITA, terjadi 62 gempa susulan (aftershock). Gempa bermagnitudo terbesar M4,6 dan terkecil M1,9.

Jika dilihat dari grafik yang dikeluarkan BMKG, gempa susulan banyak terjadi pada Selasa (13/12) dari pukul 17.56 hingga 22.00 WITA. Di rentang waktu itu, terjadi gempa sebanyak 44 kali. Sementara pada pukul 22.00 sampai 01.00 WITA di Rabu (14/12), terjadi 15 kali gempa.

Baca juga:  Ubud Sepi Turis

Intensitas gempa menurun pada pukul 01.00 sampai 04.00 WITA dengan jumlah 5 kali gempa. Kemudian, gempa kembali meningkat dari rentang waktu pukul 04.00 WITA hingga 07.00 WITA dengan jumlah 7 kali. Di periode waktu 07.00 sampai 10.00 WITA, intensitasnya mereda dengan hanya 1 kali gempa.

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem menepis adanya anggapan bahwa gempa yang mencapai puluhan kali ini diakibatkan aktivitas Gunung Agung. Dalam rilisnya, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Made Rentin, menginformasikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pos Pengamat Gunung Api Agung. “Kami lakukan koordinasi dengan Pos Pengamat Gunung Api Agung bahwa rentetan gempa tektonik yang terjadi di Kabupaten Karangasem pada 13-14 Desember 2022 tidak berdampak langsung pada aktivitas Gunung Api Agung,” tegasnya.

Baca juga:  Anggaran Panti Sosial dan Pondok Laras Dikurangi

Berdasarkan data relevan, lanjutnya, aktivitas Gunung Api Agung juga tidak melihatkan tanda-tanda peningkatan aktivitas. “Untuk itu diharapkan masyarakat tetap tenang, dan tidak terpengaruh informasi yang bukan berasal dari Instansi Pemerintahan,” jelas Rentin. (Winatha/Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN