Sejumlah wisatawan berada di Pantai Kuta, Badung. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali mengalami peningkatan drastis pascadibukanya border internasional. Per Oktober 2022 total kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 330.007 orang.

Muncul optimisme ekonomi Bali akan pulih lebih cepat, meski resesi global juga membayangi. Perlu strategi agar Bali dapat menggaet wisatawan kelas premium yang tidak
terpengaruh resesi.

Ketua Bali Tourisma Board, IB Agung Partha Adnyana,
Jumat (11/11) mengatakan, wisatawan tertinggi yang datang ke Bali adalah Australia sebanyak 88.660, India 27.031, United Kingdom 17.834, Amerika Serikat 15.075, Prancis 15.007, Jerman 14.200, Singapura 13.329, Malaysia 12.736, Korea 12.304, dan Rusia sebanyak 9.756.

Baca juga:  Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Masih Berpotensi Terjadi di Bali

Kedatangan jumlah wisman dari bulan ke bulan terus meningkat. Sejak dibukanya border internasional pada Februari 2022 lalu kunjungan mencapai 1.310, Maret kunjungan naik 1.016% menjadi 14.620, April meningkat menjadi 67.929, Mei meningkat menjadi 129.920, Juni meningkat lagi menjadi 197.945, Juli naik lagi menjadi 271.996, Agustus menjadi 296.234, September menjadi 311.875, dan Oktober meningkat lagi menjadi 330.077.

Dengan kunjungan tersebut, ia optimis ekonomi Bali akan
pulih lebih cepat. Walaupun resesi global membayangi tapi
minat orang untuk berwisata tetap akan ada. “Mungkin ada
yang menunda traveling tapi kalangan high end akan tetap
traveling, terbukti dari penjualan brand besar meningkat 190%, jadi barang-barang branded dan luxurious saja mengalami peningkatan penjualan, apalagi wisata, ini hanya soal strategi saja, bagaimana mendapatkan market yang premium,” ujarnya.

Baca juga:  Cari Sarana Upakara, Tiga Warga Terjebak Banjir

Apalagi dengan adanya G20, akan mendorong kunjungan
wisatawan lebih banyak. Dari G20 juga Bali kedatangan 10.000 orang untuk mengikuti KTT G20. Setidaknya dampak langsungnya, Bali mendapatkan infrastruktur di Sanur dengan investasi Rp500 miliar lebih, Nusa Dua, Kuta, dan lain-lainnya. Selain itu branding Bali sebagai destinasi wisata semakin kuat.

Upaya-upaya seperti ini menurutnya harus terus dilakukan agar ekonomi Bali bisa tumbuh lebih kuat, memperbaiki keuangan perusahaan akibat pandemi kemarin. Apalagi kunjungan wisatawan yang terlihat dari data menunjukkan peningkatan, sehingga pemulihan akan cepat terjadi. (Citta Maya/balipost)

Baca juga:  Dari Bali akan Gelar Kembali PTM hingga Tewas di Pematang Sawah
BAGIKAN