Vaksinator menyiapkan vaksin PMK untuk disuntikan pada ternak warga. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com -Upaya meminimalisir penyebaran kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) lewat vaksinasi di Denpasar terus dimaksimalkan. Vaksinasi PMK terus diperluas dan kini menyasar kambing. Hal ini disampaikan Kadis Pertanian Kota Denpasar, A.A.Bayu Bramasta, Jumat (11/11).

Dikatakan, pihaknya sejak beberapa hari lalu kembali mengintensifkan pemberian vaksin PMK ke hewan. Hanya saja, kali ini menyasar ternak kambing. “Terus kita perluas cakupan vaksinnya, dan kini menyasar hewan peliharaan jenis kambing,” ujarnya.

Baca juga:  Honda Bikers Camp 2019, Pupuk Rasa Bangga dan Solid Menjadi Komunitas Honda

Dikatakan, untuk vaksin babi dan sapi sudah sampai tahap booster. Hanya, jumlah hewan ternak ini sangat dinamis. Karena selalu akan ada yang baru.

Vaksinasi babi dan kambing, sebenarnya bersamaan waktunya. Pelaksanaan vaksinasi ini sudah dimulai pada 19 September.

Sebelumnya, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Made Ngurah Sugiri, mengatakan vaksinasi untuk ternak babi akan menyasar populasi sebanyak 4.601. “Pelaksanaan vaksin PMK untuk babi ini menyasar 21 desa,” ujarnya.

Baca juga:  Empat Tahun Terbit, Perda Bendega Belum Disosialisasikan

Populasi ini tersebar di empat kecamatan yakni Denpasar Selatan sebanyak 866 ekor. Selanjutnya untuk Denpasar Barat memiliki populasi babi sebanyak 1.352 ekor. Untuk Denpasar Utara memiliki populasi babi sebanyak 526 ekor. Serta Denpasar Timur memiliki populasi babi sebanyak 1.857 ekor.

Untuk vaksinasi PMK dosis pertama pada ternak sapi di 21 desa /kelurahan sudah mencakup 2.705 ekor atau 106,16 persen. Sedangkan untuk vaksinasi PMK dosis kedua pada sapi sebanyak 2.292 ekor atau 89,95 persen. (Asmara Putera/balipost)

Baca juga:  Disesalkan, Kebijakan Penghentian Pengiriman Ternak Tak Diikuti Solusi
BAGIKAN