Petugas melakukan rapat koordinasi untuk mencari WN Amerika yang hilang di Sungai Ayung karena perahu raftingnya terbalik, Senin (3/10). (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kegiatan rafting yang dilakukan di Sungai Ayung pada Senin (3/10) berubah menjadi bencana. Dua perahu yang ditumpangi 12 belas orang terbalik akibat derasnya arus dan tingginya volume air sungai.

Menurut Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gianyar, Drs. Ida Bagus Putu Suamba, peristiwa tenggelamnya perahu rafting ini dilaporkan sekitar pukul 17.00 WITA. Suamba didampingi Kapolsek Ubud, Kompol I.G.N.Yudistira S.H., M.H., mengatakan karena peristiwa ini, satu peserta rafting masih dilaporkan hilang yakni Robinaugh Clifford Neil (64) asal Amerika Serikat.

Diutarakannya, kronologis peristiwa ini berawal dari sekitar pukul 12.30 WITA, para wisatawan mancanegara ini melakukan kegiatan rafting di Sungai Ayung. Salah satu saksi, Josephine Sparacino, ia bersama suami dan 3 orang anaknya serta 1 lifeguard yang berjumlah 6 orang melaksanakan kegiatan rafting. Selain saksi yang berkewarganegaraan Australia itu, ada juga yang melaksanakan rafting berjumlah 6 orang.

Baca juga:  Turun di Bawah 200 Orang, Tambahan Harian COVID-19 di Bali

“Keseluruhan yang melaksanakan rafting sebanyak 12 orang dengan menggunakan 2 perahu, dimana sebelum kegiatan rafting korban bersama rekan lainya dilakukan pengarahan oleh lifeguard tentang keselamatan dan pemakaian standar pengamanan seperti jaket pelampung serta helm,” ujar Kapolsek.

Pada saat memulai rafting, cuaca dan aliran sungai relatif tenang. Setelah melewati rest area, tiba-tiba volume air meninggi dan menyebabkan perahu korban terbalik.

Saat perahu korban terbalik, korban memegang perahu yang ada didepannya, namun perahu tersebut juga terbalik yang menyebabkan seluruh peserta jatuh dan hanyut terbawa arus. Sebanyak 11 orang berhasil diselamatkan.

Baca juga:  Tambahan Pasien COVID-19 Sembuh di Atas 100 Orang, Sayang Korban Jiwa Masih Dilaporkan

Mereka yang selamat, 5 berasal dari Australia yakni Josephine Sparacino (45), Alnfonso Sparacino (49), Christian David Sparacino (17), Marcus J. Sparacino (20), dan Anthony Michael Sparacino (21). Mereka ini merupakan satu keluarga.

Selain itu, ada 4 WNA dengan rincian dua dari India dan dua dari Belanda yang juga selamat, yakni Loshni Vimal Chandran (26), Jayaraj Vellaisamy (27), Svenja Bee (24), dan Felix Johannes Berger (24). Selain itu, dua lifeguard yang merupakan warga Bali juga selamat, yaitu I Wayan Wawan Artawan dan I Wayan Arta Sedana.

Mereka yang selamat ini ditemukan di lokasi berbeda-beda. Sebanyak 7 orang korban ditemukan dalam keadaan selamat di area finish rafting Angkasa Bongkasa, Kec. Abiansemal, Badung, satu orang ditemukan di Sungai Ayung area Hotel Royal Pitamaha Ubud, dan 1 orang ditemukan di Sungai Ayung area Bali Swing, Bongkasa, Kec. Abiansemal, Badung.

Baca juga:  Gubernur Bali Keluarkan Pergub, Ini Tiga Bahan Plastik yang Dilarang

“Secara keseluruhan korban tenggelam sebanyak 12 orang, yang selamat sebanyak 11 orang dan 1 orang WNA atas nama Robinaugh Clifford Neil belum ditemukan sampai saat ini,” ungkapnya.

Pada pukul 18.30 WITA, pencarian terhadap korban dihentikan sementara. Pertimbangannya, situasi gelap dan malam.

Pencarian akan dilanjutkan pada Selasa (4/10) mulai pukul 06.00 WITA oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, Polsek Ubud, Polres Gianyar dan Dit Samapta Polda Bali dengan menyusuri sepanjang aliran sungai Ayung. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN