Perwakilan pemerintah Korsel melakukan kunjungan ke Kantor Basarnas Bali, Jumat (23/9) untuk menjajaki potensi kerjasama. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Selama 2019, jumlah kunjungan wisatawan asal Korea Selatan (Korsel), mencapai angka 200 ribu orang. Jumlah ini, berdasarkan catatan Kedubes Korea Selatan, terus mengalami peningkatan, sebelum pandemi COVID-19 melanda.

Dengan tingginya jumlah kunjungan Wisatawan Korsel ke Bali, tentu kondisi membahayakan manusia, terutama WN asal Korea Selatan yang sedang melakukan aktivitas di pantai, menjadi penting. Untuk itu, Pemerintah Korea Selatan melakukan penjajakan potensi kerjasama dengan Basarnas Bali.

Baca juga:  Jasad Pria Bertato Ditemukan di Pantai Padanggalak

Dalam hal ini, Konsulat Korea Selatan di Bali yang menjadi cabang dari kedutaan besarnya di Jakarta, akan mengakomodir kepentingan serta perlindungan bagi warga negara Korea di Bali. Terkait penjajakan kerjasama ini, Ministry of Foreign Affairs Republic of Korea (MOFA), Kim Joon, Direktur Crisis Management Center MOFA selaku perwakilan dan didampingi oleh Second Secretary MOFA, Kim Eunmi serta Konsulat Korea di Bali, Kim Wansik, melakukan kunjungan ke Kantor Basarnas Bali, Jumat (23/9) untuk menjajaki potensi kerjasama dengan Basarnas Bali.

Baca juga:  Kapal Perang Jadi Kluster COVID-19 Terbesar di Korsel

Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada, S.E., M.A.P., yang menerima kunjungan ini mengatakan, selama ini tak jarang dari mereka yang berlibur ke Bali, lebih memilih untuk mendatangi objek-objek wisata alam yang terkenal di Bali. Sehingga potensi membahayakan bagi wisatawan perlu menjadi atensi. “Kami cukup sering menangani kondisi membahayakan WN asal Korea Selatan yang sedang melakukan aktivitas di pantai,” terang Darmada.

Baca juga:  Klaster Klub Malam di Itaewon, Seratusan Orang Terkonfirmasi Positif COVID-19

Pada pertemuan ini, Gede Darmada sekaligus memperkenalkan profil singkat dan memperlihatkan teknologi-teknologi yang dimiliki untuk mendukung pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Kim Joon mengutarakan adanya kemungkinan menjajaki kerjasama antara Polisi Maritim Korea dengan Basarnas. Tentunya niatan itu disambut baik dan akan ada pembicaraan lebih lanjut. Kedua belah pihak berharap melalui pertemuan ini dapat mempermudah koordinasi dan komunikasi apabila sewaktu-waktu diperlukan, khususnya dalam pelayanan publik. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *