Ngusaba bantal di Desa Adat Sekardadi. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Desa Adat Sekardadi di Kecamatan Kintamani, Bangli belum lama ini menggelar upacara ngusaba bantal. Upacara itu rutin dilaksanakan tiap satu tahun sekali di Pura Dalem desa adat setempat.

Sesuai namanya, dalam upacara ngusaba bantal, banten yang dihaturkan masyarakat wajib berisikan jaja bantal. Tidak ada diatur jumlah minimal atau maksimal jaja bantal yang diisi dalam Banten.

Bendesa Adat Sekardadi I Nengah Madria mengatakan sesuai tradisi yang diwariskan leluhurnya, sarana banten yang dihaturkan saat upacara ngusaba bantal pantang menggunakan jajan atau daging yang digoreng. Hanya boleh dikukus, direbus atau dibakar. “Salah satunya seperti Jaja bantal yang dibuat dengan cara direbus,” kata Madria.

Baca juga:  Desa Adat Bangbang Lestarikan Tradisi "Ngingu Pengangon"

Upacara ngusaba bantal di Pura Dalem Desa adat Sekardadi rutin dilaksanakan tiap Sasih ke tiga. Hari pelaksanaannya disesuai dengan hari baik.

Biasanya upacara itu diadakan setelah rahinan purnama, pada panglong 1, atau panglong ke-3, panglong ke -5, atau panglong ke -7. “Hari itu dipilih salah satu,” katanya.

Berbeda dengan pelaksanaan upacara di pura pada umumnya, upacara ngusaba bantal di Pura Dalem Desa Adat Sekardadi tidak menggunakan iringan gong ataupun tarian. Dalam pelaksanaan upacara, terdapat prosesi ngaturang tetabuh menggunakan bambu panjang. Tetabuh yang dihaturkan berupa tuak.

Baca juga:  Tuban, Desa Adat Urban Pintu Gerbang Bali

Madria mengatakan tidak ada penjelasan secara tertulis mengenai makna dari pelaksanaan upacara ngusaba bantal di pura dalem Sekardadi. Menurutnya upacara ngusaba bantal merupakan wujud syukur umat terhadap Ida bahatara yang berstana di Pura Dalem dan leluhur. “Secara tertulis tidak ada penjelasan makna upacara tersebut. Tetapi begitulah warisan leluhur kami di Desa Adat Sekardadi yang sampai saat tetap kami laksanakan dan lestarikan,” jelasnya.

Baca juga:  Di Bangli, Tiga Kecamatan Terpapar Abu Vulkanik Gunung Agung

Diharapkan melalui upacara ngusaba bantal yang diselenggarakan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa selalu memberikan anugerah dan keselamatan bagi masyarakat Sekardadi. “Kami berharap kami di desa adat bisa tetap melestarikan tradisi adat leluhur kami,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN