Groundbreaking Jalan Tol Jagat Kerthi Gilimanuk-Mengwi dilakukan Sabtu (10/9) siang. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Groundbreaking Jalan Tol Jagat Kerthi Gilimanuk-Mengwi dilakukan Sabtu (10/9) siang. Presiden RI Joko Widodo yang dijadwalkan hadir batal melakukan peletakan batu pertama.

Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono yang hadir mewakilinya. Ia mengatakan Presiden menugaskan dirinya mewakili untuk groundbreaking karena ada kegiatan dan menyampaikan salam serta selamat dimulainya pembangunan jalan tol.

Dibandingkan dengan jalan tol lain, jalan ini diakuinya memiliki biaya yang besar. Namun, Basuki meminta agar pengerjaan bisa dipercepat.

Baca juga:  Tambahan Kasus Sembuh Nasional Capai Rekor Baru, Di Atas 4.700

Rencananya tol ini dibangun selama 7 tahun. Namun, ia menginginkan paling tidak 2025 sudah diresmikan. “Saya minta pada Pak Tito (Kepala Pelaksana Tol Jagat Kerthi Bali, Tito Sulistyo, red) agar pengerjaan 90 kilometer, saya ingin seperti irama (gamelan) Jegog, irama rock n roll. Tapi kalau dikerjakan 7 tahun, itu keroncong,” kata Menteri.

Ia mengatakan jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat. “Sekali lagi Pak Tito, dengan ritme rock n roll. Minimal dua shift tujuh hari seminggu (pengerjaan),” tambah Menteri Basuki.

Baca juga:  Indonesia Masuk 10 Negara Terbaik Dikunjungi Versi Lonely Planet

Untuk pengerjaan, Menteri mewanti-wanti agar memperhatikan kualitas. Sebab, tol di Bali berada di daerah pariwisata dunia.

Sehingga kualitas harus dijaga. Selain kualitas, kontraktor juga harus memperhatikan estetika.

Jalur jalan tol yang memiliki panjang 96,4 kilometer ini menyediakan jalur sepeda motor dan sepeda. Menteri Basuki mengaku gembira karena tol ini akan menyediakan jalur khusus itu. “Saya akan memberikan surat tugas kepada Gubernur sebagai pengawas lapangan yang setiap hari di lapangan untuk menjaga kualitas,” ujar Menteri Basuki.

Baca juga:  Bupati Suwirta Minta RSUD Gema Santi Tingkatkan Kualitas

Pembangunan Jalan Tol ini bukan untuk mewah-mewahan tetapi mengejar ketertinggalan infrastruktur di Pulau Bali. “Mudah-mudahan ini (hanya) sekali groundbreaking, jangan ada groundbreaking -groundbreaking lagi. Sekali groundbreaking ini jalan selesai,” harapnya.

Sebab menurutnya ada beberapa pembangunan jalan tol yang groundbreaking-nya sampai empat kali. Basuki tidak menginginkan hal itu. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN