Sejumlah kendaraan memadati jalan utama di Nusa Penida, Klungkung. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Wakil Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru kembali mengingatkan eksekutif untuk segera melakukan perbaikan jalan rusak di Nusa Penida. Menurut dia, kondisi fasilitas umum di jalur utama ini sudah memprihatinkan.

“Dalam Rapat Gabungan Pembahasan APBD Perubahan 2022, sudah kembali saya tegaskan lagi. Geser anggaran untuk kegiatan pembangunan fisik yang lebih urgen. Jangan cuma ditonton saja, jalannya rusak,” tegasnya, Kamis (8/9).

Promosi pariwisata Nusa Penida yang begitu menarik, dengan banyak tempat indah, terkesan sia-sia, jika wisatawan baru sampai di Nusa Penida, sudah disuguhi pemandangan jalan rusak dan krodit.

Ini justru meninggalkan kesan buruk, sebelum sampai di tempat destinasi wisata. “Jalan utama saja kondisinya begitu. Rusak, krodit. Sudah banyak yang mengeluhkan dan protes. Soalnya sudah sering menimbulkan kecelakaan,” kata politisi Gerindra asal Desa Sakti Nusa Penida ini.

Baca juga:  Tangani Bencana, Bangli Dapat Dana Ratusan Juta dari BNPB

Kesan pertama tiba di Nusa Penida harus memberikan kesan yang nyaman. Sebab, wisatawan ke Nusa Penida, selain mencari ketenangan di sebuah pulau, tentu juga harus nyaman dalam perjalanan berwisata.

Jalur transportasi, lebih-lebih itu pada jalur utama, sudah seharusnya menjadi prioritas. Langkah cepat harus bisa dilakukan untuk memberi progress yang cepat terhadap keluhan dan protes masyarakat.

Dalam rapat gabungan itu, ada potensi anggaran Rp 1,2 miliar yang bisa digeser untuk memprioritaskan perbaikan jalan utama ini. Selain itu, pinggir akses jalan utama ini, agar bisa dibetonisasi.

Baca juga:  Sampan Oleng, Muatan Sembako Jatuh ke Laut

Sehingga, kendaraan roda empat lebih aman saat berpapasan. Sebab, kondisi itu tidak sedikit yang memicu kecelakaan, baik warga lokal maupun wisatawan. “Ini baru kita bicara akses jalan utama, belum lagi masalah infrastruktur yang lain. Belum abrasi parah, jaringan internet minim, fasilitas umum seperti toilet kurang di tempat wisata, LPJ tidak ada gelap gulita, hingga kroditnya parkir. Promosi yang wah, tolong imbangi dengan perbaikan kondisi riil di Nusa Penida,” imbuhnya.

Dia menambahkan, penataan di tempat destinasi juga agar dibuat lebih matang lagi. Khususnya fasilitas keselamatan di lokasi destinasi. Baik itu larangan tanda bahaya, pembatas dengan laut lepas dan akses jalan yang mudah dan nyaman dilalui. Sudah banyak wisatawan yang menjadi korban dan ini harus menjadi perhatian serius.

Baca juga:  Dugaan Penyalahgunaan Dana PKB, Perbekel Akui Ada "Setoran" Rp 10 Juta

Kepala Dinas PUPRPKP Made Jati Laksana, Kamis (8/9) menyampaikan terkait kondisi akses jalan Sampalan-Toya Pakeh, akan segera ditangani pemerintah daerah. “Rencananya segera kami tangani, dengan penambahan beton kurus untuk mengamankan aspal. Kalau dipasang di (APBD) Perubahan, mudah-mudahan waktunya cukup untuk proses pengadaan dan pelaksanaannya.
Karena melalui proses tender,” katanya. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN