Komisi 1 DPRD Klungkung saat sidak ke tempat pelayanan Disdukcapil Nusa Penida. (BP/Gik)

 

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Komisi 1 DPRD Klungkung menggelar sidak ke Nusa Penida, Kamis (1/9). Sidak menyasar pelayanan Disdukcapil Nusa Penida, yang belum berbenah dan sering dikeluhkan warga setempat. Masalah minimnya jaringan internet belum bisa dituntaskan sampai sekarang. Bahkan, jaringan wifi pun tidak tersedia di kantor tersebut.

Sidak dipimpin langsung Ketua DPRD Klungkung A.A Gde Anom didampingi Ketua Komisi I Komang Sutama beserta seluruh anggota Komisi I DPRD Klungkung. Dewan prihatin melihat pelayanan kependudukan kantor tersebut. Sumber daya elektronik sangat minim, bahkan perangkat komputernya dikeluhkan sering eror.

“Untuk peningkatan kualitas pelayanan terhadap masyarakat di bidang kependudukan, apalagi di daerah kepulauan, seharusnya dizaman digital ini perangkat elektronik dan jaringan internet harusnya sudah tersedia dengan baik,” kata legislator dari Komisi I Wayan Widiana.

Baca juga:  Gianyar Tak Lagi Keluarkan Izin Toko Modern, Tapi Jumlahnya Terus Bertambah

Politisi Gerindra ini menegaskan pihaknya akan segera mengadakan rapat dengan pihak Disdukcapil Klungkung, agar segera mengatasi permasalahan ini, guna menunjang peningkatan kualitas pelayanan kependudukan di Nusa Penida. Ini cukup mendesak, karena banyaknya kebutuhan masyarakat terkait urusan catatan kependudukan. Sehingga, ini harus mendapat perhatian serius.

Menanggapi persoalan ini, Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Klungkung, Pande Made Anggarnata, Kamis (1/9) mengatakan pelayanan Disdukcapil Nusa Penida dipusatkan di Kantor Camat Nusa Penida. Sarana untuk pelayanannya memang terbatas, seperti jaringan internet yang standar dan sering byar pet. Jaringan internet ini hanya untuk pelayanan kependudukan. Diluar pelayanan, seperti jaringan wifi, ini kata dia belum tersedia.

Baca juga:  Jelang Tahun Baru, Kapolres Atensi Khusus Nusa Penida

“Kalau masalah komputer pelayanannya sering eror, bukan hanya di Nusa Penida saja, di kantor Disdukcapil juga begitu. Karena usianya memang sudah tua,” katanya.

Sementara untuk melakukan pengadaan perangkat komputer baru juga belum bisa direalisasikan, karena kondisi keuangan daerah yang terbatas, pascapandemi Covid-19 ini. Pelayanan kependudukan paling banyak di Nusa Penida, terkait permohonan KK dan KTP. Hanya saja pengiriman datanya dari Nusa Penida ke Disdukcapil itu memang diakui kerap terhambat karena masalah jaringan internet.

Baca juga:  Gubernur Koster Keluarkan SE Nomor 18, Cabut Sistem Ganjil Genap yang Baru 2 Minggu Berlaku

“Kalau pelayanan KTP itu, data diinput disana, kami cetak disini (Disdukcapil), karena blangkonya disini. Baru dikirim kesana lagi, pakai go man, bekerjasama dengan Fastboat Sekarjaya” tegasnya.

Guna meningkatkan kualitas fasilitas untuk pelayanan kependudukan, pihaknya sudah berulang kali mengusulkan pengadaan perangkat baru di dalam RKA. Selanjutnya, kembali diserahkan kepada pimpinan eksekutif dan lembaga dewan untuk merealisasikannya. (Bagiarta/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *