Ni Made Arianti (kiri) menyumbangkan medali emas di APG 2022. (BP/Antara)

SOLO, BALIPOST.com – Pelari putri Indonesia, Ni Made Arianti berhasil menyumbangkan medali emas di nomor lari T12 100 meter cabang olahraga para-atletik ASEAN Para Games (APG) 2022. Ia mengaku kemenangan ini tak lepas dari peran sang pendamping, Bayu.

Arianti meraih medali emas setelah menjadi yang terdepan dalam lomba yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Jawah, Senin. Berdasarkan catatan di papan hasil di pinggir lapangan, dia finis dengan catatan waktu 13,7 detik.

Arianti berada di depan atlet asal Thailand Pornpansa Suwanmahawong yang finis kedua dan wakil Indonesia lainnya, Amalia Nilam Tiara di posisi ketiga.
Arianti mengaku hasil ini tak lepas dari peran Bayu yang terus memberikan motivasi selama persiapan.

Baca juga:  Made Arianti Sabet Emas Perdana Peparnas untuk Bali

Bahkan ketika cedera, Bayu adalah sosok yang tanpa lelah menyemangati. “Kalau mas Bayu asik dan kebetulan kami sama-sama punya kebiasaan yang sama. Dia sebenarnya bukan tipe pendiam jadi kalau ada apa-apa saya minta bantuan ke mas Bayu, misalnya ketika latihan teknik dia yang membantu dan membimbing saya,” kata Arianti usai lomba.

Sebelum perlombaan, Arianti juga mengaku sempat deg-degan karena tampil setelah mengalami cedera pada kaki. “Sebenarnya deg-degan karena saya tidak dalam kondisi terbaik karena kakinya juga belum fit dan ini pertama kali juga lari di sini bersama guide dan ternyata bisa,” kata Arianti yang akan tampil pada nomor 200 meter dan 400 meter, sore nanti.

Baca juga:  Pecahkan Rekor, Widiasih Dulang 2 Emas

“Kalau persiapan sudah satu tahun. Masuk pelatnas Arianti sudah lama cuma ini kan kelas yang di T12, jadi karena penglihatan yang kanan itu lebih jelas dan yang kiri tidak sama sekali jadi saya diarahkan untuk ada pendamping, ketika ada pendamping malah lebih bagus dari kemarin-kemarin,” ujarnya menambahkan..

Sementara itu, Bayu mengatakan sebagai pemandu dirinya juga harus memberikan perhatian kepada atlet dalam hal ini Arianti. Perlakuan tersebut membuat sang atlet merasa nyaman baik dalam berlatih maupun bertanding.

Baca juga:  Gubernur Koster Tegaskan Tidak Menolak Piala Dunia FIFA U20, Hanya Tolak Timnas Israel Atas Dasar Kemanusiaan

“Saya sebagai guide tugasnya membantu saja. kalau latihan atau mau apa saya bantu-bantu saja. Jadi biar merasa diberi perhatian, kalau gitu atlet bisa lebih enak,” ujar Bayu. (kmb/balipost)

BAGIKAN