Ceceran tanah atau pasir di akses jalan perbatasan Karangasem dengan Sidemen diyakini dapat memicu terjadinya kecelakaan lalulintas (lakalantas). (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Warga di Desa Adat Lebu, kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem mengeluhkan ceceran tanah atau pasir di akses jalan perbatasan Karangasem dengan Sidemen. Ceceran tanah itu dikeluhkan warga setempat karena diyakini akan dapat memicu terjadinya kecelakaan lalulintas (lakalantas).

Salah seorang warga Desa Adat Lebu yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pihaknya khawatir dengan kondisi jalan gang banyak berisi ceceran tanah galian C. Pasalnya, jika itu terus dibiarkan seperti itu, diyakni akan dapat memicu lakalantas.

Baca juga:  Diduga Hilang Hampir Seminggu, Ternyata Karyawan THM Tewas Lakalantas

“Ceceran tanah itu disebabkan truk yang mengangkut tanah galian di lokasi tersebut. Banyak sekali tanah yang berceceran, itu sangat berbahaya karena akan memicu terjadinya lakalantas. Terlebih ketika hujan, maka jalan akan semakin licin, terlebih saya sering lewat disana untuk bekerja,” keluhnya.

Melihat kondisi itu, pihaknya sangat berharap adanya tindakan dari pemerintah terkait ataupun petugas dari pihak kepolisian. “Semoga ada tindak lanjut dari yang berwenang, sehingga nantinya tanah itu bisa dibersihkan,” harapnya.

Baca juga:  Sudah Vaksinasi Dosis 2, Seorang ASN di Karangasem Terkonfirmasi COVID-19

Sementara itu, Bendesa Adat Lebu I Wayan Darmanta, tak menampik kondisi tersebut. Hanya saja, menurutnya, kalau ceceran tanah di jalan itu setiap hari ada yang dibersihkan. “Setiap hari dibersihkan. Selama ini belum ada gang lakalantas akibat ceceran tanah itu, mudah-mudahan tidak sampai ada,” singkatnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN