Puncak Karya Agung di Pura Pingit dan Pura Dalem Agung di Banjar Adat Kawan dan Banjar Adat Tengah, Tampaksiring, Gianyar. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Setelah sempat digelar karya pada tahun 1948 atau 74 tahun lalu dan selesai dirampungkan renovasi, pembangunan Pura Pingit dan Pura Dalem Agung, Banjar Adat Kawan dan Banjar Adat Tengah, Desa Adat Tampaksiring, Gianyar, krama pangempon menggelar Karya Agung yakni Karya Mamungkah, Mupuk Padagingan, Nyenuk, Ngingkup, Tawur Padanan dan Puja Wali, Padudusan Agung, Bagia Pula Kerthi, Mapeselang di Pura Pingit, Desa Adat Tampaksiring, Gianyar.

Puncak karya pada Purnama Sasih Sadha, Selasa (14/6) dengan digelar Tawur Agung, Tawur Rsi Gana, Melaspas, Mupuk Pedagingan dan Nyegjeg. Dalam puncak karya di-puput tiga sulinggih yakni Ida Pedanda Putra Siwa Kenten dari Geriya Keranjangan, Ida Pedanda Buda Gunung Sari dari Geriya Peliatan, Ubud dan Ida Rsi Bujangga Wesnawa dari Geriya
Angkling juga dihadiri Wakil Gubernur Bali, Prof Dr. Tjokorda Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace.

Baca juga:  Pohon Bambu Tumbang Tutupi Jalan di Sumita

Bendesa Adat Tampaksiring, Sang Made Puanya didampingi Bendesa Pura Pingit, I Dewa Made Semarajaya mengatakan Karya Agung ini kembali digelar setelah 74 tahun lalu. Kali ini kembali digelar karya karena setelah rampungnya renovasi dan pembangunan sejumlah palinggih pura.

Perbaikan dan pembangunan pura dilakukan sejak 10
tahun lalu. Sesuai dresta, bahwa setelah puranselesai dipugar, dibangun wajib untuk diupacari (diaci). “Sesuai kesepakatan pangempon pura maka digelar Karya Agung,” katanya.

Baca juga:  Tiga Paslon PDIP Dites Kesehatan di RSUP Sanglah

Dikatakan, areal Pura Kahyangan Tiga ini ada dua yakni Pura Pingit dan Pura Dalem Agung yang diempon atau sungsung Banjar Adat Kawan dan Banjar Adat Tengah. “Karya Agung kali ini berupa karya Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Nyenuk, Ngingkup, TawurnPedanan, Puja Wali, Padudusan Agung, Bagia Pula Kerthi, Mapeselang,” jelasnya.

Karya Tawur Agung dengan sarana upakara wewalungan kebo (kerbau), sapi, kambing, dan sejumlah hewan lainnya dipusatkan di Pura Pingit. Sementara di Pura Dalem Agung digelar Tawur Manca
Sanak.

Sementara Ida Pedanda yang muput karya ini yakni Ida Pedanda Putra Siwa Kenten dari Geriya Keranjangan, Ida Pedanda Buda Gunung Sari dari Geriya Peliatan, Ubud dan Ida Rsi Bujangga Wesnawa
dari Geriya Angkling.

Baca juga:  Bangkitkan Ekonomi Krama Bali, Digelar Pelatihan Banten

Bendesa Pura, Dewa Made Semarajaya menambahkan dana yang disiapkan untuk Karya Agung ini mencapai Rp920 juta. Sumber dana dari urunan masyarakat, dana punia Desa Adat Tampaksiring mencapai Rp70 juta, urunan pangempon pura mencapai 483 krama balu angkep.

Selain itu sumber dana lain dari menggelar bazar
keliling, menggelar bazar di tempat, kupon undian berhadiah, bantuan dari pemerintah pusat, bantuan dana Pemprov Bali dan bantuan Pemkab Gianyar. (kmb/balipost)

BAGIKAN