Warga mengikuti pemilihan perbekel di salah satu desa di Karangasem pada Sabtu (21/5). (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak di 51 desa di Karangasem pada, Sabtu (21/5) berjalan dengan aman dan lancar. Pelaksanaan hajatan ini, cukup menarik dan memantik kejutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha, Minggu (22/5), mengungkapkan hasil sementara perolehan suara pada pelaksanaan Pilkel di 51 desa menimbulkan kejutan.¬†Dari 41 incumbent yang bertarung, 16 diantaranya tumbang alias gagal kembali merebut kembali kursi sebagai perbekel. “Mereka harus mengakui keunggulan calon-calon lainnya yang mampu menorehkan suara tertinggi,” ucapnya.

Sugiartha, menambahkan, 16 calon incumbent yang tumbang tersebut, salah satunya ada di Desa Sidemen. Incumbent I Gusti Lanang Oka Desa hanya mampu meraup 241 suara, sedangkan yang lolos adalah I Komang Putra yang sukses meraih suara tertinggi sebanyak 1.143 suara.

Kemudian, di Desa Sangkan Gung, ada I Nyoman Suara yang hanya mampu mendapatkan 161 suara, sedangkan lawannya yang lolos I Made Sumendra dengan raihan 2.214 suara.

Baca juga:  Puluhan Calon Perbekel di Gianyar Ikuti Deklarasi Damai

Selanjutnya, di Desa Tri Eka Bhuana, incumbent I Ketut Dirka harus puas hanya meraih sebanyak 603 suara, dan harus mengakui keunggulan lawannya yang lolos I Gede Artayasa dengan memperoleh 622 suara. Di Desa Nyuhtebel I Ketut Mudra hanya mampu meraih sebanyak 519 suara, sedangkan calon yang lolos adalah I Ketut Suadnya dengan torehan 1.216 suara.

Selanjutnya di Desa Ngis, I Made Parwata hanya bisa mendulang sebanyak 563 suara, sementara rivalnya yang lolos yakni I Ketut Catur Mertayasa berhasil mengumpulkan sebanyak 586 suara. Kemudian, di Desa Padangbai petahana I Wayan Sudiarta hanya mampu mendulang 846 suara, sedangkan rivalnya yang lolos Ni Wayan Surpawati Surya Dewi merebut 852 suara.

Di Desa Bugbug, I Gede Suteja hanya bisa meraih 1.848 suara, sedangkan rivalnya unggul jauh dengan torehan 4.416 suara. Desa Seraya Petahana, I Nyoman Suardana hanya bisa mengumpulkan 2.261 suara, sementara rivalnya yang lolos adalah I Wayan Dandri 2.486 suara, Desa Pidpid incumbent I Wayan Pasek Antara hanya mampu meraih 357 suara, sedangkan yang lolos I Wayan Gemuk 801 suara.

Baca juga:  Pilkel Serantak Dianggarkan Rp 2,2 Miliar

Incumbent yang gagal juga ada di Desa Purwa Kerthi. I Nengah Karyawan hanya bisa membukukan 1.526 suara, sedangkan lawannya yang lolos I Nengah Suanda dengan sukses mendulang 2.295 suara.

Di Desa Labasari, petahana I Made Gentiana hanya mampu meraih 985 suara, sementara lawannya yang lolos I Gede Nyoman Geria berhasil merebut 1.374 suara. Selanjutnya, di Desa Nawakerthi, incumbent hanya bisa mengumpulkan 228 suara, sementara lawannya yang lolos yakni I Komang Rici Sidarta Putra 1.034 suara.

Untuk di Desa Duda, petahana I Gusti Agung Ngurah Putra menorehkan sebanyak 1.417 suara, sedangkan lawannya yang lolos I Wayan Dulur 1.855 suara, di Desa Dukuh petahana I Gede Sumiarsa hanya bisa meraih 968 suara, sementara rivalnya yang lolos I Gede Suarsana sukses merebut 1.738 suara, di Desa Kubu I Nengah Jagra hanya bisa merebut 1.149 suara, dan lawannya I Gede Putu Ngurah Astawa yang lolos mampu mendulang 1.477 suara, dan di Desa Baturinggit petahana I Nengah Nirka hanya bisa mengumpulkan 400 suara, sementara rivalnya yang lolos I Gede Putu Telantik sukses membekukan sebanyak 1.275 suara.

Baca juga:  Klaim Kemenangan Prabowo-Sandi, BPN Diminta Tunjukkan Bukti

“Jadi, petahana yang mampu kembali mempertahankan jabatan kursi perbekel sebanyak 25 orang. Untuk yang baru sebanyak 26 orang. Kalau calon perempuan yang berhasil lolos adalah 3 orang dari 6 orang calon perempuan yang ikut bertarung di Pilkel, untuk yang laki-laki yang lolos semuanya 48 orang,” jelasnya.

Menurut, Sugiartha, kalau perolehan suara ini, sifatnya masih sementara alias belum final. Pasalnya, untuk tahapan selanjutnya adalah penetapan dari BPD. “Bisa saja jadi perubahan perolehan suara, karena hasil ini belum 100 persen final,” tegasnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN