Budi Gunadi Sadikin. (BP/iah)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tren kenaikan kasus pascalibur panjang hari raya biasanya terjadi di hari ke-27 hingga 34. Kondisi ini pun akan dipantau pascalibur Lebaran tahun ini. Demikian dikemukakan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Senin (9/5).

Ia mengatakan pola kenaikan kasus COVID-19 ini sudah diutarakan saat rapat paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Disebutkannya, dalam keterangan pers dipantau di kanal YouTube Sekretariat Presiden, pihaknya akan memantau kondisi tren kenaikan kasus pascalibur Lebaran 2022.

Baca juga:  Capai 74 Persen, Dominasi Tambahan Kasus di 4 Zona Merah

Diprediksi kenaikan terlihat dalam kurun waktu 20-25 hari ke depan. “Sekarang sudah tujuh hari setelah hari raya. Kita tunggu sekitar 20-25 hari ke depan apakah ada pola kenaikan yang sama seperti libur Natal dan Lebaran tahun sebelumnya,” kata Budi.

Budi mengatakan situasi kasus konfirmasi COVID-19 pada saat ini sudah mengalami penurunan. Namun, monitoring masih terus dilakukan mengingat di sejumlah negara terjadi kenaikan kasus karena varian baru

Baca juga:  Tambahan Balik ke Dua Digit, Ini 3 Daerah Terbanyak Sumbang Kasus COVID-19 Baru

“Upaya monitoring dilakukan terhadap varian baru yang ada di dunia sebab lonjakan kasus terjadi kalau ada varian baru SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Beberapa negara yang kasusnya naik seperti Taiwan dan Amerika Serikat adalah varian Omicron BA.2 yang juga sudah banyak di Indonesia,” katanya.

Di negara lain seperti Inggris dan India, lanjutnya, varian BA.2 sudah dominan tapi kasusnya tidak naik dengan pesat sama seperti di Indonesia. “Satu negara di Afrika Selatan ada kenaikan sedikit, ada varian baru BA.4 dan BA.5, tapi karena kenaikannya masih sedikit dan jumlahnya belum banyak, kita terus monitoring bersama WHO mengenai varian baru ini,” ujarnya. (Diah Dewi/balipost)

Baca juga:  Sejak Diumumkan Sebagai Pandemi, Kenaikan Kasus COVID-19 di Seluruh Dunia Memburuk
BAGIKAN