Cokorda Istri Agung Sanistyarani.(BP/Ist)

DENPASAR. BALIPOST.com – Karateka peraih emas PON XX Papua 2021, Cokorda Istri Agung Sanistyarani (-55 kg), harus puas meraih medali perak, pada ajang SEAKF, di Kamboja, akhir Maret 2022. Di final, karateka yang akrab disapa Coki ini, kalah tipis 5-6 atas karateka Vietnam Hoang Thi My Tam.

Pelatih karate PON Bali Putu Deddy Mahardika, di Denpasar, Kamis (7/4), mengemukakan, event SEAKF dipakai ajang try-out bagi timnas karate negara di kawasan Asia Tenggara. Apalagi, hajatan multievent SEA Games di Vietnam, Mei 2022. “Saya juga terbang sendiri ke Kambija, guna menyaksikan atlet asuhannya sejak kecil Coki yang bertarung me gharumkan bama bangsa dan negara,” katanya. Padahal, menurut dia, Coki sempat leading dan unggul 2-0 atas Hoang Thi My Tam, namun hasil akhirnya harus kalah tipis.

Baca juga:  Karateka Bali Terjun pada Kejuaraan Antarmaster

Putu Deddy mengevaluasi, Coki seharusnya melancarkan serangan pendek, mengingat juga mengandalkan serangan balik (counte attack) jarak pendek. “Saya menyaksikan partai final, Coki agak ragu menyerang, sehingga lawannya berlik menyerang dan mendapatkan poin ” ucap Deddy. Ia mengakui, calon lawan tangguh Coki di SEA Games Hoang Thi My Tam. Apalagi, status Hoang Thi My selaku atlet tuan rumah perlu diwaspadai. Timnas Merah-Putih di ajang SEAKF memdulang 5 emas, bersama Vietnam, dan Malaysia, dan yang membedakan hanya perolehan medali perak dan perunggu. Vietanm sendiri juara umum, disusul Indonesia, Malaysia. Negara kontestan lainnya Singapura, Thailand Filipina, dan Laos, sedangkan Timor Leste, Brunei Darussalam dan Myanmar memilih absen.

Baca juga:  Mundur dari Pelatnas AG, Coki Diberi Kesempatan Lagi

Deddy berharap, Coki bisa menaklukan Hiang Thi My Tam, di SEA Games, sebab Indonesia mendatangkan pelatih kumite asal Prancis Farouq Abdesselem. Disinggung karateka Bali lainnya Kadek Krisna Dwi Antara (kelas -60 kg), yang menyabet emas PON Papua, tetapi tidak masuk skuad timnas SEA Games, Deddy menegaskan, hal itu sudah merupak keputusan. Kelas Kadek Krisna dihuni karateka Lampung, yang justru dikalahkan Kadek Krisna di semifinal. “Saya kira terdapat beberapa kelas peraih emas PON, yang tidak masuk skuad SEA Games, dan diisi bukan atlet peraih emas PON,” beber dia. (Daniel Fajry/Balipost)

Baca juga:  Bali Siaga I, Krama Bali Diminta Lebih Peka
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *