Ketersediaan Pertalite dan Pertamax di SPBU Subagan mengalami kekosongan. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Naiknya harga Pertamax sejak beberapa hari belakangan ini, membuat ketersediaan Pertalite yang ada di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mulai langka. Seperti di Kabupaten Karangasem.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Senin (4/4), warga yang mengendarai sepeda motor maupun mobil cukup banyak berdatangan ke SPBU Subagan. Hanya saja, sekitar pukul 09.00 WITA, warga tak lagi mendapatkan Pertalite maupun Pertamax karena stoknya sudah habis.

Baca juga:  Rumah Kreatif BUMN Klungkung Gelar Pelatihan untuk Pelaku UKM

Atas kondisi itu, banyak pengendara kembali putar balik untuk mencari SPBU yang lainnya. Tak hanya itu, SPBU Jasri juga sama. Di sana stok Pertalite kosong dan hanya tersedia Pertamax.

Seorang petugas SPBU Subagan, mengungkapkan, kalau Pertalite di SPBU Subagan sudah habis sejak tiga hari belakangan ini. Sampai sekarang masih kosong. “Pertalite sudah kosong sejak tanggal 1 April lalu, sampai sekarang masih kosong,” ucapnya.

Baca juga:  Antisipasi Galungan, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji

Tak hanya Pertalite saja yang mengalami kekosongan, namun juga ketersediaan Pertamax juga telah habis. “Sekarang keduanya kosong. Pertamax baru saja habis,” Imbuhnya.

Sementara itu, petugas di SPBU Padangkerta, juga menjelaskan hal sama. Kalau ketersediaan Pertalite mulai kosong sejak kemarin. “Pertalite kosong, hanya ada Pertamax saja. Sekarang Pertamax harganya Rp 12.500 per liternya,” singkatnya.

Seorang pengendara, Ni Wayan Ari, menjelaskan, kalau dirinya hanya mendapatkan Pertamax seharga Rp 13 ribu di SPBU Subagan. Tadi, maunya beli Rp 20 ribu, tapi hanya dapat beli Rp 13 ribu saja keburu habis. Untung masih dapat,” ujarnya.

Baca juga:  Selama Libur Lebaran, Ini Data Peningkatan Konsumsi BBM

Sementara seorang penjual BBM eceran, Ni Wayan Sari, menjelaskan, kalau sekarang sulit mendapatkan Pertalite di SPBU. Karena kondisi itu, dirinya saat ini tak menjual Pertalite. “Tak ada Pertalite, Pertamax juga sulit mendapatkan. Jadi, sementara tak jual BBM,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN