Petugas melakukan pemeriksaan TKP dan jasad korban gantung diri. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Seorang anggota Sabhara Polres Klungkung, AAGC, mengakhiri hidup di gudang tempat persembahyangan (merajan) rumahnya di Desa Lebih, Gianyar, Jumat (18/3). Pria berpangkat Aipda ini pertama kali ditemukan tak bernyawa oleh ayahnya.

Menurut Kapolsek Gianyar Kompol I Gede Putu Putra Astawa, pria yang sehari-harinya bertugas di Polres Klungkung itu meninggalkan pesan di kamarnya. Pada pukul 16.30 WITA, sang ayah yang menemukan kertas berisi tulisan di atas tempat tidur korban yang isinya “rago di Merajan” (saya di merajan).” Di atas pesan itu, terdapat uang Rp 4.650.000.

Baca juga:  Valentine, Honda Bagikan 100 Paket Sembako untuk Petugas Kebersihan

“Sang ayah ingin menanyakan kepada korban maksud tulisan dan uang tersebut sehingga dicari lah korban di merajan. Sampai di merajan, saksi 1 kaget melihat korban sudah tergantung di gudang merajan,” jelasnya.

Setelah itu saksi 1 berteriak dan didengar oleh istri korban. Sang istri, lanjutnya, menghubungi saudara memberitahukan kejadian tersebut dan untuk datang ke rumah.

Hasil olah TKP Tim Opsnal Polsek Gianyar dan pemeriksaan jenazah, diperkirakan korban telah meninggal 3 jam sebelum pemeriksaan. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Baca juga:  Soal Kembali ke Sekolah di Pertengahan Juli, Ini Hasil Survei PGRI

Kompol Putra Astawa menyampaikan berdasarkan keterangan dari keluarga, kemungkinan besar penyebab korban gantung diri karena mengalami kelainan pada kejiwaan dan pernah dirawat di RSJ Bali. Pihak keluarga korban sudah mengiklaskan kematiannya karena murni akibat perbuatannya sendiri. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN