Dokter memegang botol vaksin untuk varian Omicron. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tren kenaikan kasus COVID-19 kembali terjadi di negara-negara Eropa. Kondisi ini diungkapkan Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Luhut B. Pandjaitan, Senin (14/3), karena dua hal.

Menurut Luhut, sejumlah negara-negara di Eropa saat ini mulai melonggarkan kebijakan terkait disiplin protokol kesehatan. Selain itu, kenaikan kasus di Eropa dikarenakan adanya subvarian Omicron, B.A.2 yang sudah terdeteksi.

Baca juga:  Ini, Cara Efektif Cegah COVID-19

Namun, di sisi lain sejumlah negara di Asia, seperti Malaysia dan Arab Saudi sudah mulai melakukan transisi dari pandemi ke endemi. Pertimbangan utamanya, kata Luhut, tingkat vaksinasi dan booster yang sudah tinggi. “Dibandingkan kedua negara itu, capaian vaksinasi dosis lengkap dan booster kita masih tertinggal. Untuk itu, pemerintah sekarang sedang mendorong mempercepat lagi. Ini perlu kita waspadai, karena sudah menjelang Bulan Ramadan dan sebentar lagi juga Lebaran. Kita berharap kita akan lebih bebas dalam Bulan Ramadan. Untuk itu, kami titip supaya kita semua melakukan vaksinasi lengkap dan booster, terutama yang lansia dan komorbid,” ajaknya.

Baca juga:  OTT Wali Kota Bandung, Sembilan Orang Diamankan

Ia meminta agar masyarakat segera melakukan booster atau vaksinasi dosis 3 tanpa perlu memilih jenis vaksinnya. Karena vaksin yang tersedia, semua sama khasiatnya dari hasil penelitian.

Langkah akselerasi vaksinasi dosis lengkap dan booster diperlukan demi mendukung jalannya kegiatan selama Bulan Ramadan dan Idul Fitri. “Kita berharap agar aktivitas ibadah umat Muslim dalam Ramadan nanti tetap dapat berjalan maksimal dengan tetap menjalankan protokol kesehatan sehingga tidak terjadi lonjakan kasus,” ujar Koordinator PPKM Jawa-Bali ini. (Diah Dewi/balipost)

Baca juga:  Rayakan Natal, Patuhi 5 M Plus 1D
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *