Pada Rabu (2/3) digelar Upacara Tawur Tabuh Gentuh yang dilaksanakan di Bencingah Pura Agung Besakih. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Serentetan upacara serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih telah dilakukan. Pada Rabu (2/3) digelar Upacara Tawur Tabuh Gentuh yang dilaksanakan di Bencingah Pura Agung Besakih.

Ketua Panitia Karya, Jro Mangku Widiartha, mengungkapkan, upacara Tawur Tabuh Gentuh ini, merupakan rangkaian dari Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) yang puncaknya jatuh pada 17 Maret. Upacara Tawur Labuh Gentuh ini, rutin dilaksanakan saat tilem sasih kesanga. Dan pada Selasa, telah dilakukan upacara Mapepada lan bhumi sudha.

Baca juga:  IBTK, Aktivitas Gunung Agung Tak Pengaruhi Umat Hindu Bersembahyang

“Sebelum acara ini dimulai, kami lebih dulu telah melakukan upacara mapiuning di Padma Tiga Pura Penataran Agung Besakih. Sarana upacara sama seperti tahun sebelum-sebelumnya. Untuk wewalungan yang dipergunakan dalam upacara itu, diantaranya kerbau, catur muka, tebasan-tebasan, pebangkit, kambing, bebek, asu blangbungkem, penyu, serta wewalungan yang lainnya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, dalam upacara ini, pihaknya melibatkan unsur-unsur pokok kelembagaan yang ada di Desa Adat Besakih. “Upacara Tawur Tabuh Gentuh ini dipuput oleh tiga sulinggih, untuk di Bale Gajah di puput satu sulinggih,” ujar Widiartha

Baca juga:  Gempa Sasih Kedasa, Ini Maknanya

Widiartha, menambahkan, tujuan dari upacara yang dilakukan ini, adalah untuk mengharmonisasi alam semesta beserta isinya. Lebih lebih sampai saat ini pandemi masih melanda, diharapkan dengan upacara ini COVID-19 bisa segera hilang atau metilar. “Upacara ini juga upacara untuk nyomia bhuta agar kembali harmonisasi, sehingga kita dapat melaksanakan swadarma, kerahayuan Bhuana Agung dan Bhuana Alit,” tegasnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *