BANGLI, BALIPOST.com – Kasus covid-19 di Kabupaten Bangli belakangan ini terus mengalami peningkatan. Rabu (2/2) kembali terjadi penambahan sebanyak 7 kasus. Menindaklanjuti hal tersebut, langkah tracing kini dimaksimalkan.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, tambahan 7 kasus baru itu tercatat di Desa Jehem 2 kasus dan masing-masing 1 kasus di Kelurahan Cempaga, Desa Kintamani, Kayubihi, Demulih dan Kelurahan Bebalang. Tujuh orang tersebut diketahui terpapar covid ini dari hasil skrening di rumah sakit. “Ketujuhnya bergejala,” kata Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa.

Baca juga:  Lakalantas "Adu Jangkrik," Satu Tewas

Dengan adanya tambahan tersebut, total kasus aktif di Bangli yang saat ini dirawat berjumlah 25 kasus.

Dirgayusa mengatakan mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus pihaknya menyiapkan dua tempat isolasi terpusat (isoter) kabupaten yakni di RSJ dan SKB Kayuambua. Sejauh ini kedua tempat isoter tersebut belum difungsikan karena masih proses persiapan.

Selain menyiapkan Isoter, upaya lain yang dilakukan yakni memaksimalkan tracing. Kata Dirgayusa saat ini tracing dilakukan terhadap 15-20 orang per kasus. Demikian juga untuk testingnya sekarang tidak lagi rapid antigen, tapi langsung swab PCR. “Biar cepat diketahui,” pungkasnya. (Dayu Rina/Balipost)

Baca juga:  Jika Jumlah Penerima Vaksin Capai 5 Juta, Hongaria Ucapkan "Selamat Tinggal Masker"
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *