Seorang siswa SD mengikuti protokol kesehatan COVID-19 dengan memakai masker dan menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ke ruang kelas saat pelaksanaan PTM di tengah pandemi. (BP/Dokumen)

NEGARA, BALIPOST.com – Para siswa sekolah dasar dan menengah di Kabupaten Jembrana segera mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) penuh atau 100 persen. Targetnya, PTM 100 persen sesuai SKB 4 Menteri dan Inmendagri No. 01 Tahun 2022 itu mulai digelar minggu depan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana Ni Nengah Wartini, Selasa (4/1) mengatakan saat ini PTM sekolah masih dilakukan terbatas. Dengan teknis kehadiran siswa di sekolah untuk PTM dibatasi per sesi paling banyak 50 persen dari total siswa.

Baca juga:  Perajin Kesulitan Cari Bambu Lokal

Ia mengakui memang ada rencana diterapkan PTM penuh, namun masih menunggu keputusan Bupati Jembrana, I Nengah Tamba. Ditargetkan dengan segala persiapan yang dilakukan, PTM penuh bisa dilakukan pekan depan.

Saat ini persiapan sudah dilakukan termasuk, pengecekan oleh pengawas terkait kelayakan sarana dan prasarana serta penerapan protokol kesehatan masing-masing sekolah. Terkait ijin, menurutnya masih dalam proses.

Dilihat dari kondisi dan persyaratan, PTM penuh di Jembrana memungkinkan digelar. memulai PTM seratus persen di sekolah. Dan saat ini, dinas pendidikan memastikan kesiapan sekolah untuk penerapan tersebut.

Baca juga:  PPDB di Buleleng, 646 Lulusan SD Tak Daftar ke SMP Negeri

Untuk PTM penuh ini, salah satu syarat para siswa sudah mengikuti vaksinasi Covid-19. Termasuk siswa SD rentang usia 6-11 tahun yang pada akhir tahun lalu secara serentak mengikut vaksinasi anak. Di samping itu, perlunya kepastian kesiapan protokol kesehatan.

Diakuinya untuk target vaksinasi anak menurutnya memang belum semuanya. Masih ada sekitar 2000 anak yang belum tervaksin. Dari target total keseluruhan 27 ribu anak. Belum divaksin itu karena siswa tidak hadir saat jadwal vaksin, dan tidak lolos screening.

Baca juga:  UNBK SMK, Baru 40 Persen Sekolah di Jembrana Mandiri

Kendati vaksinasi anak belum seluruhnya sesuai target, menurutnya sudah bisa dilakukan PTM penuh merunut aturan. Dinas tetap menggenjot agar vaksinasi anak ini bisa 100 persen. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN