Pascakebakaran pada 12 November 2021, bangunan sayap utara Pasar Kidul masih ditempati sejumlah pedagang. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Bangli mewacanakan membongkar bangunan tambahan sayap utara Pasar Kidul pascakebakaran pada Jumat (12/11/2021). Namun sampai sekarang belum jelas jadwal pembongkaran dilakukan.

Seperti yang terpantau Senin (3/1), sejumlah lapak masih berjejer di sana. Wiwin, salah seorang pedagang mengungkapkan pascakebakaran beberapa waktu lalu, hanya sebagian pedagang yang pindah ke bangunan sayap bagian selatan pasar, sesuai arahan pengelola pasar.

Pedagang yang pindah yakni yang lapaknya ada di bagian timur. Sedangkan sebagian pedagang yang lapaknya di bagian barat masih berjualan di sana. Beberapa pedagang memilih masih menempati lokasi itu karena belum ada kepastian kapan pembongkaran dilakukan.

Baca juga:  PM 108 Dianulir MA, Kemenhub Siapkan Pengganti

Kepala Pasar Kidul Dewa Agung Gde Adi Oka dikonfirmasi tak menampik bangunan sayap utara Pasar Kidul masih ditempati sejumlah pedagang. Dia menyebut dari total 40 pedagang, ada sekitar 8 pedagang yang masih berjualan di sana.

Pihaknya membolehkan pedagang berjualan di sana semasih belum dibongkar. “Tapi kami sudah suruh agar pindah ketika nanti dibongkar,” ujarnya.

Mereka sudah disediakan tempat di sayap selatan di kompleks perlengkapan upacara yadnya. Mengenai kapan rencana bangunan sayap utara itu akan dibongkar, Adi Oka mengatakan itu ranahnya ada di OPD terkait.

Baca juga:  Masak Minyak Kelapa, Dapur Kebakaran

Namun menurut informasi sementara yang didapatnya dari Disperindag, pembongkaran akan dilakukan Januari ini. Sebelumnya sempat direncanakan Desember 2021 namun karena ada kendala sehingga batal. “Informasinya Januari akan dipotong,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati I Wayan Diar pascakebakaran mengatakan ingin pembongkaran bisa dilakukan secepatnya. Untuk proses pembongkaran, Pemkab tidak ada mempersiapkan anggaran. Pemkab akan memanfaatkan hasil lelang nanti untuk biaya pembongkaran.

Adapun hal yang menjadi pertimbangan dibongkarnya bangunan di lantai dua itu karena tempat tersebut sudah tiga kali dilanda kebakaran. Pertimbangan lainnya karena bangunan sayap tersebut dari sisi niskala dianggap menjadi penghalang pemargi Ida Bhatara. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Dari DMD Sampai SMA Tinggal di Payangan hingga Vaksinasi COVID-19 Dosis Lengkap
BAGIKAN