Perbekal Ban I Gede Tamu Sugiantara bersama anggota BPB melakukan pengecekan kualitas aspal. Proyek dikeluhkan selain belum selesai tepat waktu, ketebalan aspal juga tipis hingga tanah masih kelihatan dan bergelombang. (BP/Dokumen)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pengerjaan proyek akses jalan yang menghubungkan Banjar Dinas Panek dengan Manik Aji, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem dikeluhkan. Proyek jalan yang dikerjakan CV Purnama Karya ini kualitasnya sangat buruk karena dinilai tidak sesuai standar.

Perbekal Ban, I Gede Tamu Sugiantara, Senin (27/12) mengungkapkan, pihaknya hari ini bersama dengan petugas anggota BPD telah turun kelokasi untuk memantau proyek jalan tersebut. Kata dia, hasil pengecekan yang dilakukan, proyek jalan sampai saat ini belum tuntas dikerjakan. “Batas waktu pengerjaan hingga 17 Desember. Namun, sampai saat ini pengerjaan masih belum selesai,” keluhnya.

Baca juga:  Pengoperasian Secara Penuh RS Pratama di Buleleng Tunggu Ini

Tamu Sugiantara menambahkan, anggaran pengerjaan proyek tersebut sebesar Rp 932.384.000. Yang paling disayangkan dirinya, selain pengerjaan belum selesai, kualitas aspal juga rendah.

Pasalnya, aspal sangat tipis sehingga membuat tanah dibawahnya masih kelihatan dan bergelombang. “Atas kondisi ini, saya berharap tim teknis PUPR Karangasem bisa melakukan pengawasan dengan baik, sehingga kualitas proyek benar-benar bagus sesuai dengan standar dan tidak asal-asalan,” pintanya.

Baca juga:  Bertambah 63 Kasus Transmisi Lokal COVID-19, 54 Orang Berasal dari Tiga Kabupaten/kota

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta kepada dewan Karangasem bisa mengecek secara langsung ke lokasi, kualitas maupun proses pengaspalan dari proyek tersebut. Karena pihaknya tidak ingin, belum apa-apa nantinya jalan sudah rusak lantaran kualitas proyek tidak bagus.

“Jika kualitas proyek seperti ini, semua akan rugi. Karena jalan tidak lama bisa dinikmati oleh masyarakat tapi sudah rusak. Ini yang saya tidak inginkan. Dan panjang jalan yang belum diaspal hingga saat ini sekitar 400-500 meter,” tegas Tamu Sugiantara. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  "Hidup" Kembali, Asap di TPA Sente Dikeluhkan
BAGIKAN