Orang-orang dengan mengenakan masker berjalan di kawasan Trocadero dekat Menara Eiffel di tengah COVID-19 di Paris, Prancis, 6 Desember 2021. (BP/Antara)

PARIS, BALIPOST.com – Sebanyak 84.272 kasus baru COVID-19 dalam sehari dilaporkan Pemerintah Prancis pada Rabu (22/12). Jumlah tertinggi terjadi sejak April.

Sejumlah kota termasuk Paris membatalkan konser megah dan pesta kembang api menyambut Tahun Baru di tengah peningkatan kasus ini. Angka itu mendekati 84.999 kasus yang tercatat selama puncak gelombang pada musim semi di Prancis.

Perkembangan drastis virus corona menjadi kekhawatiran utama bagi pemerintah, yang menganggap situasi kesehatan kritis. Jumlah itu sepertinya terus bertambah dalam beberapa hari ke depan, dengan otoritas kesehatan memperkirakan lebih dari 100.000 kasus per hari akibat varian Omicron.

Baca juga:  Kabar Baik!! Nasional Laporkan Tambahan Pasien Sembuh Lebih Banyak dari Kasus Baru COVID-19

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Juru Bicara Pemerintah, Gabriel Attal menyebutkan bahwa laju epidemi berpotensi meningkat akibat imbas Omicron yang bakal menjadi dominan selama Natal sampai Tahun Baru. Akan tetapi pemerintah Presiden Macron ragu-ragu untuk mengumumkan pembatasan tambahan yang dapat menghambat bisnis komersial sekaligus mengganggu perayaan Natal bagi keluarga.

Menurut Attal, pembatasan baru akan diumumkan setelah pemerintah mengevaluasi situasi kesehatan pada 27 Desember. (kmb/balipost)

Baca juga:  Toko Kain dan Bengkel Terbakar, Kerugian Ratusan Juta Rupiah
BAGIKAN