Beberapa peselancar turun dari jukung yang mengangkutnya dari dalam perairan di Pantai Duyung, Sanur, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hampir dua tahun, pandemi COVID-19 melanda. Sektor pariwisata Bali di akhir tahun ini sudah menunjukan kinerja membaik dengan hadirnya wisatawan domestik (Wisdom).

Bahkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat bahwa jumlah kunjungan ke Bali dalam beberapa hari terakhir mencapai 30 ribu orang per hari dan diperkirakan mengalami peningkatan saat libur Natal dan Tahun Baru yang akan tiba dalam beberapa hari ini.

Meski jumlah kunjungan sudah mengalami kenaikan, Wakil Gubernur Bali, Prof. Dr. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang juga Ketua PHRI Bali, Rabu (22/12) mengatakan bila dibandingkan dengan jumlah kamar di seluruh Bali yang kurang lebih 150.000 kamar, jumlah kunjungan wisdom belum mampu mendongkrak okupansi. Ia mengungkapkan rata-rata okupansi masih di bawah 6 persen atau 1 digit.

Baca juga:  Tambahan Pasien COVID-19 Sembuh di Bali Lampaui Kasus Baru

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace yang juga merupakan Guru Besar ISI Denpasar, menyampaikan bahwa saat ini baik semua pihak merasa optimis di 2022, pariwisata Bali bisa bangkit dan grafik pertumbuhan ekonomi bisa bergerak ke arah yang positif. Keyakinan tersebut didasari oleh beberapa aspek.

Ia menyebut aspek pertama dilihat dari tingkat vaksinasi masyarakat Bali yang sangat tinggi bahkan lebih dari 100%. Penerapan Protokol Kesehatan dengan sertifikat CHSE juga secara ketat diterapkan oleh industri pariwisata, begitu juga masyarakat yang mulai terbiasa dalam penerapan protokol kesehatan.

Baca juga:  Bantuan Gagal Cair, Pariwisata Bali Bisa Kolaps

Aspek kedua, pada 2022 akan ada banyak even internasional di Bali yang dihadiri oleh beberapa negara seperti G20 dan even lainnya. Hal tersebut, diyakini Wagub Cok Ace dapat menjadi ajang promosi dan juga ajang meyakinkan masyarakat internasional bahwa Bali sangat siap untuk membuka kembali Pariwisata Internasional.

Aspek ketiga, Cok Ace mengatakan survey yang dilakukan di Eropa bahwa lebih dari 50 persen masyarakat di benua itu masih ingin berkunjung ke Bali. Secara tidak langsung Bali masih menjadi destinasi favorit.

Namun demikian, masih ada beberapa kendala yang dihadapi. Seperti, ketatnya peraturan bagi wisatawan untuk masuk ke Bali dan kondisi pandemi COVID-19 di negara asal wisatawan masih fluktuatif.

Baca juga:  Dari Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai Bertambah hingga Hidup Berdampingan dengan COVID-19

Untuk itu, dengan pergerakan wisatawan domestik saat ini, Cok Ace berharap para pelaku pariwisata harus dapat meyakinkan wisatawan domestik terkait penerapan protokol kesehatan di Bali. Hal tersebut juga sebagai bagian persiapan dalam menghadapi kedatangan wisatawan asing kedepannya. “Saya sangat berharap kita semua menyadari dalam membangun ekonomi Bali bangkit kembali. Perlu kerjasama semua pihak untuk bahu membahu dalam membangkitkan perekonomian Bali,” pungkas Wagub Cok Ace dalam rilis yang diterima. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *