Ida Cokorda Pemecutan XI. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Puri Pemecutan. Ida Cokorda Pemecutan XI lebar, Rabu (22/12) tadi pagi.

Anak Agung Ngurah Manik Parasara yang bergelar Cokorda Pemecutan XI ini wafat pada usia 76 tahun dan meninggalkan 4 orang putra dan putri. Kerabat Cokorda Pemecutan, A.A. Ngurah Rai Sudarma yang dikonfirmasi membenarkan kabar duka tersebut.

Kini pihak keluarga masih berembug terkait dengan upacara yang akan digelar. Termasuk waktu palebonnya. “Ini baru saja tiang berembug dengan keluarga untuk upacara selanjutnya. Kami juga akan meminta petunjuk dari sulinggih untuk hari baik upacaranya,” ujar Rai Sudarma yang kini juga menjadi Bendesa Adat Denpasar ini.

Baca juga:  Pekak Kedol, Maestro Lukis Teknik Spaghetti Meninggal

Menurut Rai Sudarma, almarhum sebelumnya sempat menjalani dua kali operasi akibat hernia. Meski demikian, semangat beliau masih tetap tinggi sampai beliau menghembuskan nafasnya terakhir di kediamannya, Puri Pemecutan.

Kabar duka ini juga disampaikan Panglingsir Puri Peguyangan, A.A. Ngurah Gede Widiada. Dalam akun Facebooknya, anggota DPRD Denpasar ini menyatakan, Cokorda Pemecutan telah berpulang.

“Beliau telah pergi meninggal kan kita selamanya. Menghadap ke Sang Pencipta, tawa, guyon dan segala jejak rekam kehidupan beliau telah memberi warna bagi keluarga besar Pemecutan dan warga masyarakat Badung dan Bali, juga kerabat Puri puri dan masyarakat Badung, khususnya dan Bali umumnya, karena beliau tokoh masyarakat dan tokoh politik,” tulis Widiada.

Baca juga:  Belasan Siswa Dirawat Keracunan Susu Kedelai

Tak lupa Widiada meminta kepada masyarakat untuk memaafkan bila almarhum ada salah. “Tentu dalam  perjalanan panjang kehidupan beliau, pasti memiliki kekhilafan dalam perbuatannya menjalani jalan menyejarah yang tentu kita keluarga besar Pemecutan, warga Bali, utamanya masyarakat Badung, pemerintah, sudi kiranya membukakan pintu hati untuk dimaafkan segala kekhilafan dan kekurangan beliau. Semoga kepergian beliau memargi antar mendapat tempat sesuai dengan amal bhakti-nya dan keluarga diberikan ketabahan atas cobaan ini,” ujar Gung Widiada. (Asmara Putera/balipost)

Baca juga:  26 LPD Di Karangasem Tak Beroperasi
BAGIKAN