Gubernur Bali, Wayan Koster (dua kanan) saat meninjau pembangunan Pelabuhan Sampalan Nusa Penida, Selasa (21/12). (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster kembali meninjau pembangunan dua pelabuhan di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Selasa (21/12). Gubernur Koster nampak kecewa dengan progress pengerjaannya, khususnya pada Pelabuhan Sampalan.

Pembangunan pelabuhan itu dinilai tak mampu memenuhi target. Ia pun meminta pihak pelaksana proyek untuk memaksimalkan sisa waktu pengerjaan sampai batas akhir tahun ini pada 31 Desember nanti.

Gubernur Koster menuju Nusa Penida bersama Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin, Kadis Perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dan pejabat terkait lainnya. Sebelum meninjau progres pembangunan pelabuhan, Gubernur Koster dan rombongan tangkil ke Pura Penataran Ped Nusa Penida untuk melakukan persembahyangan. Rombongan juga meninjau dampak banjir bandang yang menghancurkan sejumlah desa di Nusa Penida.

Baca juga:  Bertambah, Belasan Warga di Dua Zona Orange Ini Terjangkit COVID-19

Sampai di Lobi Pelabuhan Sampalan, Nusa Gede, Gubernur Koster menyoroti progress pengerjaan yang banyak belum tuntas. Meski pihak pelaksana proyek sudah berupaya meyakinkan Gubernur Koster, bahwa sisa pengerjaan ini akan tuntas pada 31 Desember nanti, tetapi Gubernur Koster nampak tak puas.

“Ini masih banyak bagian yang belum selesai. Lihat itu sendiri. Ini tidak mungkin selesai tepat waktu 31 Desember. Tolong maksimalkan lagi sisa waktu pengerjaan. Tambah tenaga kerja lagi, sehingga target terkejar dan pembangunan tuntas tepat waktu,” kata Gubernur Koster.

Tak puas sampai di lobi, Gubernur Koster masuk ke tengah gedung dan mengecek progres pembangunan di seluruh lantai gedung. Gedung berlantai III ini dibangun cukup megah.

Baca juga:  Koster : Saya Pasti Bersama Rakyat Kawal Teluk Benoa

Bagian kolam pelabuhan nampak sudah rampung. Begitu juga lokasi sandarnya. Tinggal finishing di bagian gedung yang harus terus dikebut pengerjaannya dari PT Mahakarya. “Tetapi, kalaupun akhirnya molor, kami berharap akhir Januari Pelabuhan Sampalan bisa selesai,” katanya.

Sementara untuk Pelabuhan Bias Munjul, Ceningan, yang dikerjakan BUMN PT Nindya Karya, dari target penyelesaiannya tahun ini 40 persen, saat ini progresnya sudah selesai 45 persen. Ini progress yang cukup baik.

Karena ini merupakan program multiyears, target penyelesaiannya pada September 2022. Pihak pelaksana optimis bisa menyelesaikan pembangunan lebih cepat hingga tuntas lebih awal pada Juli 2022.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Nasional di Bawah 3.000 Orang

Pelabuhan Bias Munjul ini sesungguhnya lebih luas dari Pelabuhan Sampalan. Area kerjanya juga sudah digarap cukup baik.

Menurut Gubernur Koster, kendala-kendala teknis sudah dapat diselesaikan di lapangan, sehingga memudahkan proses pembangunan. Ini akan menjadi pelabuhan yang cukup memadai untuk aktivitas masyarakat Bali, maupun wisatawan nantinya untuk aktivitas penyeberangan menuju Nusa Lembongan dan Ceningan. Demikian juga Pelabuhan Sampalan di Nusa Gede, sehingga aktivitas penyebrangan dari dan ke Nusa Penida menjadi lebih lancar.

“Saya memantau terus pengerjaan kedua pelabuhan, agar pengerjaannya dilakukan dengan benar. Sehingga pembangunan yang dihasilkan memiliki kualitas, guna menunjang Nusa Penida sebagai destinasi wisata dunia,” katanya. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN