Airlangga Hartarto. (BP/iah)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo terkait evaluasi mingguan PPKM pada Senin (6/12), diputuskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali diperpanjang. Perpanjangan dilakukan selama 2 minggu ke depan.

Menurut Koordinator PPKM di luar Jawa-Bali, Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers virtual disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, PPKM diperpanjang mulai Selasa (7/12) hingga Senin (23/12). Ia mengatakan tren penurunan kasus di luar Jawa-Bali dan Jawa-Bali secara konsisten terjadi.

Untuk luar Jawa-Bali, seluruh provinsi sudah relatif lebih baik dari level assesment. Level 4 dan 3 terus turun.

Baca juga:  Libur Panjang Maulid Nabi, Ini Implikasinya dalam Penambahan Harian Kasus COVID-19

Dikatakan, PPKM Level 3 dijalankan di 2 kabupaten/kota. Sedangkan di level 2 ada 163 kabupaten/kota dan level 1 ada 221 kabupaten/kota. “Khusus luar Jawa-Bali, akan ada perpanjangan PPKM tanggal 7 sampai dengan 23 Desember 2021. Berdasarkan level assesement dan vaksinasi di bawah 50 persen, levelnya dinaikkan satu tingkat di atas,” ujar Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini.

Jadi, lanjutnya, yang menjalani level 1 ada 129 kabupaten/kota. Ini meningkat dibandingkan dua pekan lalu yang mencapai 51 kabupaten/kota.

Baca juga:  Garap Potensi "Digital Nomad-Staycation" ke Bali, Menparekraf Sedang Rumuskan Ini

Level 2 dari 175 kabupaten/kota pada 2 pekan lalu meningkat menjadi 193 kabupaten/kota. Sedangkan di level 3 menurun dari 160 menjadi 64 kabupaten/kota. Untuk yang menjalani level 4 tidak ada.

Dalam ratas, lanjutnya, juga dibahas soal kasus aktif di Indonesia yang mencapai 7.526 kasus per 5 Desember atau 0,18 persen dari kasus global. “Ini juga di bawah rata-rata kasus global yang mencapai 7,91 persen. Dari puncak kasus (pada 15 Juli) sudah turun 98,69 persen,” sebutnya.

Untuk kasus harian selama 7 hari terakhir, mencapai 250 kasus. Sementara per 5 Desember jumlah tambahan mencapai 196 kasus. “Jawa-Bali 134 kasus dan luar Jawa-Bali 45 kasus,” katanya merinci.

Baca juga:  Perawatan Ini, Masih Jadi Pilihan Perbaiki Kontur dan Kualitas Kulit Wajah

Seluruh angka reproduction rate (Rt) yang ada di masing-masing provinsi di bawah 1. “Jadi seluruh pulau di bawah 1. Khusus untuk di luar Jawa-Bali jumlahnya 45 kasus, seven day moving average ada di 71 kasus dan kasus turun 98 persen (dari puncak pandemi pada Juli). Kasus kematiannya sebesar 3,12 (persen) dan tingkat kesembuhannya sebesar 96,59 persen,” jelasnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN