Petugas melakukan penanganan banjir. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Buleleng kembali dilanda hujan dengan intensitas tinggi, Rabu (1/12). Sejak pagi hingga sore hari hujan mengguyur Buleleng.

Akibat kejadian ini, air irigasi di Kelurahan/Kecamatan Seririt meluap. Banjir kemudian menggenangi halaman Puskesmas 1 Seririt hingga gedung mes di puskemas setempat. Bahkan, areal SDN 3 Seririt turut tergenang dengan ketinggian air hingga lutut orang dewasa.

Kepala Pelaksana Harian (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Putu Ariyadi Pribadi membenarkan telah terjadi banjir karena air irigasi meluap. Kalaksa Ariyadi menyebut, pihkanya menerima laporan banjir sekitar pukul 11.52 WITA.

Baca juga:  Intensitas Hujan Tinggi, Ini Wilayah Potensi Bencana di Klungkung

Sebelum itu, terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sehingga menyebabkan volume air di saluran irigasi itu meninggi. Karena volume air terus bertambah, banjir tidak bisa dihindari, bahkan mobil dinas juga ikut terendam.

Tak hanya Puskemas Seririt 1, banjir dari luapan air irigasi ini juga mengimpas ke areal SDN 1 dan SDN 3 Seririt. Karena posisi areal SDN 3 Seririt lebih rendah, sehingga halaman sekolah ini ikut tergenang. “Karena hujan intensitas tinggi volume air di irigasi itu terus meningkat kemudian meluap dan menggenangi areal puskemas dan SDN 3 Seririt,” katanya.

Baca juga:  Banjir Juga Landa Kantor KPU dan PDAM Jembrana, Karyawan Tak Bisa Masuk

Genangan banjir itu disedot dengan bantuan mesin pompa air dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. Hingga sore, banjir mulai surut.

“TRC kami bersama OPD terkait melakukan penanganan dan banjir berhasil dialirkan. Sekarang banjir itu sudah surut,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Buleleng, dr. Sucipto mengatakan, pelayanan kesehatan tidak terganggu karena genangan air. Ini karena gedung induk Puskemas posisisnya lebih tinggi dari irigasi.

Baca juga:  Cegah COVID-19 Merebak di Buleleng, Disnaker Diinstruksikan Segera Lakukan Ini

‘Kalau pelayanan tidak terganggu, cuma yang kena itu arsip yang disimpan di belakang gedung induk, namun itu tidak dipakai lagi. Sekarang airnya sudah surut,” katanya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN