Zainudin Amali. (BP/nel)

DENPASAR, BALIPOST.com – Indonesia mengincar peringkat 5 besar, pada pelaksanaan Olimpiade 2044. Bahkan, program jangka panjang ini telah dicanangkan sejak dini, dan mempunyai payung hukum dengan terbitnya Perpres No 86 Tahun 2021, tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Itu dilontarkan Menpora Zainudin Amali, saat Webinar Nasional DBON, di Inna Bali Beach Sanur, Rabu (1/12). Ia belum tahu negara mana yang menjadi tuan rumah hajatan multievent empat tahunan terakbar di jagat raya ini. “Yang jelas, kami terus berupaya menjadi tuan rumah Olimpiade. Caranya, melalui pengajuan diri menjadi tuan rumah (bidding),” tuturnya.

Baca juga:  Ranperda Penyelenggaraan Pariwisata Bali Atur 4 Hal Ini

Dijelaskannya, Olimpiade 2032 di Brisbane, Australia, dan Indonesia terus mengajukan bidding pada 2036. “Saya kira Indonesia sudah layak menjadi tuan rumah Olimpiade 2036. Terbukti, Indonesia sukses menggelar Asian Games 2018, berikut fasilitas olahraga termasuk infrastruktur sudah siap,” katanya.

Obsesi urutan kelima Olimpiade harus disiapkan sejak dini. “Jika terwujud, itulah kado terbesar bagi bangsa yang memasuki usIa seabad kemerdekaan RI pada 2045,” ungkap Zainudin.

Bagi Zainudin, sukses Olimpiade juga harus diimbangi keberhasilan Paralympic, yang merupakan hajatan multievent bagi kaum difabel. Indonesia sudan membuktikan Paralimpiade di Brazil 2016, menduduki peringkat ke-76, kemudian target urutan 60 , pada Paralimpiade di Tokyp 2021 “Alhasil, kami pulang menggondol 2 emas, 3 perak, 4 perunggu, dan bercokol di peringkat ke-43,” beber dia.

Baca juga:  Dampak Erupsi Gunung Agung, Okupansi Hotel Turun Drastis

Ia menilai, target Paralimpiade Paris 2024 tembus 40 besar rasanya bisa tercapai, atau targtenya ditingkatkan lagi, supaya Kontingen Merah Putih bertengger di urutan 30 besar. “Keberhasilan ini tak luput kebijakan Presiden Jokowi, yang memberikan kesetaraan antara peraih emas Olimpiade dan Paraimpiade bonusnya Rp 5,5 miliar,” terang Zainudin.

Sementara Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry menegaskan, perekonomian Bali bertumpu pada sektor wisata 67 persen, sehingga sport tourism perlu dikembangkan. “Olahraga, kesehatan, dan pendidikan termasuk program pembangunan utama pemerintah Bali,” jelasnya.

Baca juga:  Berjuang Hingga PK, Notaris Neli Akhirnya Bebas

Dia bangga, berbekal jumlah penduduk dan kucuran dana minim, Bali bisa menyodok ke urutan 5 PON XX Papua 2021, sekaligus menggeser Jateng. “Ke depan, jika perlu prestasinya ditingkatkan lagi,” pesannya. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *