Objek wisata Tukad Cebluk, Desa Adat Bakbakan, Gianyar dengan mata air dan air terjun sedang ditata dan dikembangkan sebagai tempat kunjungan wisatawan. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Desa Adat Bakbakan, Gianyar kini sedang menggarap potensi desa untuk dikembangkan menjadi objek dan tujuan wisata. Salah satunya digarap mata air dan air terjun yang ada di Sungai Cebluk dengan relief yang terukir di tebing sungai dan tebing di samping mata air.

Di tempat ini ada beberapa sumber mata air. Mata air paling utara ada lima pancoran yang  selama ini dipergunakan sebagai tempat nunas tirta serangkaian piodalan di Pura Kahyangan Tiga desa setempat, Pura Pemaksan, merajan, sanggah dan lainnya.

Mata air paling selatan diperuntukan nunas tirta untuk kegiatan Pitra Yadnya, tirta ngening serangkaian upacara ngaben desa adat setempat. Bahkan mata air yang ada paling selatan dipercaya/diyakini sebagai tempat nunas tamba, obat untuk menghilangkan cacar air. Di tempat ini juga dibangun tempat permandian umum dan tempat untuk air minum keperluan masyarakat. Suasananya yang masih asri kini sedang ditata dan dikembangkan untuk tempat kunjungan wisatawan.

Baca juga:  Gelar Budaya Kesiman Gelorakan Penolakan Reklamasi.

Bandesa Desa Adat Bakbakan, Ida Bagus Gede Purnama, didampingi para prajuru desa adat dan prajuru Pura Kahyangan Tiga mengatakan, Desa Adat Bakbakan yang terdiri 389 KK kini sedang menggarap potensi desa khususnya Beji Tukad Cebluk.

Sumber mata air paling utara dipergunakan untuk kegiatan Dewa Yadnya yakni nunas tirta serangkaian piodalan di Pura Kahyangan Tiga, Pura Pemaksan dan lain-lain. Kemudian paling selatan, mata air dipergunakan nunas tirta kegiatan Pitra Yadnya yakni untuk ngening sekarangkaian upacara ngaben. Mata air paling selatan juga diyakini sebagai tempat berobat khususnya penyakit kulit. Sedangkan bagian tengah dipergunakan untuk air minum masyarakat dan tempat mandi.

Baca juga:  Bali Post Jadi Inspirasi Gubernur Koster

Sementara tebing sebelah barat terdapat air terjun, kendatipun tidak terlalu tinggi, namun lumayan lebar dan menyejukkan. Aliran Tukad Cebluk ini dipergunakan anak muda setempat untuk berenang karena selain air bersih, juga jalurnya panjang.

Desa Adat Bakbakan bekerja sama dengan pemuda kini sedang menggarap, menata tempat ini. Sementara para seniman desa setempat membuat relief atau ukiran di dinding, tebing sungai, juga di tebing patirtaan yang kebetulan tebing itu batu padas. ”Tempat ini sedang kita garap untuk tempat tujuan wisata. Kini sedang kita tata sebagai tempat objek wisata dengan ikon mata air dan air terjun,” kata Bandesa Adat Bakbakan.

Akses jalan menuju tempat ini sudah dibeton. Sementara untuk menuju objek sudah dibuatkan tangga beton sehingga masyarakat mudah menjangkau. Di sepanjang perjalanan, mata dimanjakan dengan alam yang masih asri dan pemandangan sawah milik masyarakat, sehingga suasana nampak sejuk, indah dan asri.

Baca juga:  Desa Adat Sangkan Gunung Disiplin Terapkan Prokes Covid-19

Dikatakan, akses jalan dengan menggunakan sepeda motor sudah bisa langsung dekat lokasi dan hanya beberapa meter ada tangga untuk berjalan kaki menuju objek wisata. Ke depan bila lancar akan diusulkan pelebaran jalan sehingga bisa dilalui mobil. Selain itu, pihaknya akan mengusulkan penerangan/listrik ke tempat ini, sehingga malam hari warga masih bisa ke tempat ini.

Bandesa Adat Bakbakan menambahkan, Desa Adat Bakbakan terdiri 4 banjar adat yakni Banjar Adat Kawan, Banjar Adat Triwangsa, Banjar Adat Kanginan dan Banjar Adat Sanding. Sebagian besar warga masyarakat hidup sebagai petani dan pengrajin. Dengan digarap potensi desa sebagai objek wisata bisa diharapkan mengembangkan desa disektor pariwisata. (kmb/balipost)

BAGIKAN