Polisi membagikan masker pada pengunjung Pasar Kediri, Tabanan. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Meski kasus sudah melandai sejak Oktober, 9 kabupaten/kota se-Bali belum ada yang masuk ke zona risiko hijau. Dilihat dari data evaluasi per 21 November yang dilansir Rabu (24/11), seluruh kabupaten/kota di Bali masuk dalam zona kuning atau risiko penyebaran rendah.

Dari sisi kepatuhan protokol kesehatan, ada satu kabupaten yang terus mengalami penurunan. Bahkan tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunannya terparah karena dimasukkan kategori merah (kurang dari 60 persen). Sedangkan kepatuhan memakai maskernya masuk zona orange (kepatuhan antara 61-75 persen).

Bali sudah memasuki bulan ketiga berada di zona kuning COVID-19 ini. Tepatnya, sudah 9 minggu berturut-turut seluruh kabupaten/kota dikategorikan sebagai wilayah dengan risiko penyebaran COVID-19 yang rendah.

Baca juga:  Tokoh Agama Ajak Masyarakat Ikut Vaksinasi COVID-19, Tetap Disiplin Prokes

Bali pun dari assesmen pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat masih menjalani PPKM Level 2 hingga Senin (29/11).

Dari data mingguan, tambahan kasus Bali mencapai penambahan sebanyak 40 kasus, yaitu dari 114.063 pada 15 November menjadi 114.103 kasus di 21 November. Jika dirata-ratakan terjadi penambahan sebanyak 5,71 kasus dalam sehari.

Untuk kasus sembuh, tambahannya masih cukup signifikan. Sepekan di periode yang sama, kenaikan kasus sembuh mencapai 61 orang, yaitu dari 109.855 kasus ke 109.916 kasus. Bila dirata-ratakan kesembuhan harian mencapai 8,71 kasus.

Sementara pada kasus meninggal, dalam sepekan dilaporkan sebanyak 2 pasien menjadi korban jiwa, dari 4.038 kasus menjadi 4.040 kasus. Atau tercatat sebanyak 0,28 korban jiwa per hari bila dirata-ratakan.

Baca juga:  Plafon SD Negeri 3 Kaliakah Ambrol

Kasus aktif berkurang dalam periode itu, dari 170 kasus menjadi 147 kasus. Turun sebanyak 23 kasus dalam sepekan atau secara rata-rata turun 3,28 kasus sehari.

Ketaatan Prokes

Bali masih menyandang predikat provinsi dengan ketaatan protokol kesehatan sangat baik atau zona hijau (ketaatan di atas 91 persen). Persentase ketaatan prokes, baik memakai masker dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan ada di atas 93 persen, turun dari seminggu sebelumnya yang mencapai 95 persen.

Dari data terbaru periode pemantauan 15 hingga 21 November, sebanyak 1.026.460 orang di Bali diawasi pelaksanaan prokesnya. Jumlah titik pantau ada di 205.224 lokasi di 9 kabupaten/kota dengan 53 kecamatan dan 389 kelurahan/desa.

Baca juga:  Sinergikan Pariwisata dan Budaya Pertanian

Hasilnya, kepatuhan memakai masker jika dirata-ratakan dari 9 kabupaten/kota mencapai 94,76 persen atau turun dari sepekan sebelumnya yang mencapai 96,61 persen. Kepatuhan tertinggi ada di Denpasar, dengan persentase mencapai 99,82 persen. Sedangkan kepatuhan terendah ada di Tabanan dengan persentase 71,28 persen (zona orange).

Sementara itu, untuk kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan, jika dirata-ratakan dari 9 kabupaten/kota mencapai 92,6 persen. Persentase ini juga turun dari seminggu sebelumnya yang mencapai 93,77 persen. Kepatuhan tertinggi disandang Denpasar dengan  99,68 persen. Sedangkan yang terendah adalah Tabanan sebesar 57,13 persen (zona merah). (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *