Irwan Limardi. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali mengirimkan empat pebiliar ke PON XX Papua 2021, yakni Irwan Limardi, Oei Kiem Han, Made ‘Marsel’ Tirta, dan Dhitya Octora. Alhasil, mereka hanya pulang membawa 1 perak melalui Irwan di nomor bola-8, dan Oei Kiem Han di snooker 15 merah.

Pelatih merangkap Manajer PON Willy Soedarno, di Denpasar, Rabu (17/11), mengemukakan, Oei Kiem Han yang akrab disapa Hanny harus mengakui ketangguhan pebiliar tuan rumah Papua Jansen, di semifinal. Bahkan, kata Willy, di snooker 6 merah Hanny juga ditaklukkan pebiliar Papua Faisal. “Faisal terkena malaria, hingga dikalahkan Dendy (Jabar), di babak final,” ucapnya.

Baca juga:  PON Papua Tetap Digelar Oktober

Willy yang juga Wakil Ketua Pengprov POBSI Bali, mengakui, olahraga bola sodok juga dihinggapi faktor keberuntungan. “Hanny kalah di tangan atlet Papua, karena pebiliar tuan rumah sudah biasa berlatih di meja yang dipakai pertandingan, termasuk mereka sudah menyatu dengan stik yang dipegangnya,” paparnya.

Sementara penampilan Irwan Limardi grafiknya menanjak. Namun justru di final mengalami penurunan, dan tampil di bawah performanya serta mudah dikalahkan Rizky (Jambi).

Baca juga:  Tunggal Putra dan Putri Bali ke Final

Selain itu, tiap kali pelaksanaan PON, atlet Bali yang tampil itu-itu saja, dan belum ada regenerasi. “Untuk itu, ke depan Bali harus memiliki atlet pelapis yang kualitasnya selevel dengan pemain inti. Kalau selama ini, perbedaan kualitas permainanannya terpaut jauh sekali, hingga susah muncul,” beber Willy.

Ia mencontohkan, Hanny berusia 50 tahun dan belum ada regenerasi atlet, apalagi pebiliar yang skill-nya menyamainya. Oleh sebab itu, Willy ingin atlet Bali sering mengikuti berbagai turnamen nasional, sehingga memiliki pengalaman dan jam terbang. “Saya kira fasilitas biliar juga perlu dibenahi,” sarannya. (Daniel Fajry/balipost)

Baca juga:  Sempat Terbentur Usia, 13 Bidan PTT Akhirnya Diangkat Jadi PNS
BAGIKAN