Dua siswa berprestasi saat bertemu dengan Bupati Suwirta. (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Dua siswa SMP asal Klungkung, yakni Putu Wahyu Pradinata dan Putu Dika Mahendra mewakili Bali dalam Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2021 yang digelar secara virtual. Kedua prestasi yang diraih tersebut yakni di bidang IPS.

Putu Wahyu Pradinata yang merupakan siswa SMPN 2 Semarapura berhasil meraih medali emas. Sementara Putu Dika Mahendra yang merupakan siswa SMPN 1 Banjarangkan meraih medali perunggu. Kedua siswa tersebut menemui Bupati Suwirta di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Senin (15/11).

Baca juga:  Gencar Datangi Sekolah, Disdukcapil Denpasar Cari Siswa 17 Tahun

Bupati Suwirta mengapresiasi atas torehan preatasi yang diraih hingga ketingkat nasional. Bupati Suwirta juga berharap prestasi ini dapat menjadi contoh bagi siswa lainnya, agar tetap bisa menorehkan prestasi meski di tengah keterbatasan karena Covid-19. “Tetap belajar dan jangan berpuas diri dan turunkan harga diri,” pesan Bupati Suwirta.

Kadis Pendidikan Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana mengatakan, ada 6 siswa di Klungkung mewakili Bali dalam KSN 2021. Diantaranya 4 siswa tingkat SMP dan 2 siswa tingkat SD. Khusus untuk tingkat SMP, ada dua siswa yang mengikuti kompetisi bidang matematika.

Baca juga:  Tinjau Penyengker Rumah Jebol, Bupati Suwirta Minta Warga Waspada

Sementara dua siswa lainnya mengikuti kompetisi bidang IPS. “Meski banyaknya keterbatasan selama pandemi Covid-19 karena harus belajar secara daring mereka tetap mampu menorehkan prestasi. Saya sangat bangga dengan siswa-siswa yang mewakili Klungkung di tingkat nasional,” ujar Sujana.

Dirinya juga mengapresiasi kinerja para pembina, dalam hal ini kasek dan para guru, juga siswa serta para orang tua siswa dalam mewujudkan prestasi anak dan sekolah. Ini menandakan ekosistem di sekolah sudah berjalan dengan baik, walau dalam beberapa tahun ini siswa lebih banyak belajar daring.

Baca juga:  Tahun Baru, Kurikulum Baru?

Sementara itu, dihadapan Bupati Suwirta Putu Wahyu Pradinata, mengatakan tahun lalu dirinya pernah mengikuti lomba dan gagal karena gugup dengan keterbatasan waktu. Di tahun ini dirinya kembali mengikuti kompetisi ini. “Dengan pengalaman tahun lalu, sekarang saya dengan rileks menjawab soal,” ujar siswa SMPN 2 Semarapura. (Adv/balipost)

BAGIKAN