Foto udara Situs Jambansari yang sudah selesai direvitalisasi oleh Kementerian PUPR di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (25/1/2021). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Forum bisnis di Expo 2020 Dubai, Uni Emirat Arab membuka peluang berinvestasi infrastruktur di Indonesia. “Saat ini terdapat 24 proyek baik yang bersifat solicited dan unsolicited senilai USD 19 miliar, di mana terdapat 10 proyek Public Private Partnership (PPP) yang siap ditawarkan senilai USD 9.2 miliar. Proyek-proyek tersebut terdiri dari 9 proyek jalan 1aralle 1 proyek bendungan,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono di Dubai, dikutip dari kantor berita Antara, Minggu (14/11).

Dalam forum bisnis soal regulasi dan peluang investasi di bidang konstruksi di Indonesia, Menteri Basuki menyampaikan ada dua platform yang bisa digunakan pengusaha untuk masuk dan berinvestasi di sektor infrastruktur.

Baca juga:  Pastikan 5G Optimal, Indonesia Butuh 3 Lapis Spektrum Frekuensi

Pertama, sebagai Perseroan Terbatas Milik Asing dan kedua, sebagai Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing. Indonesia memerlukan anggaran sebesar 430 miliar dolar Amerika Serikat. Dari kebutuhan anggaran tersebut, hanya 30 persen yang bisa ditutupi oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Untuk 70 persen lainnya, pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan agar tetap kompetitif dan menarik seperti skema pembiayaan kreatif jalan 1aralle insentif pajak untuk penanaman modal baru.

Baca juga:  Senderan Bendung di Jembatan Gantung Penyaringan Jebol

Pemerintah juga mengeluarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, bertujuan membuka kesempatan lebih besar bagi pengusaha untuk berinvestasi di bidang infrastruktur di Indonesia.

Paviliun Indonesia pada pekan ketujuh Expo 2020 Dubai menayangkan konten digital berisi dukungan Kementerian PUPR terhadap Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas, pengembangan kawasan timur Indonesia, peningkatan aksesibilitas antar wilayah dan pengembangan kawasan khusus.

Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas merupakan bagian dari program pemerintah untuk menghadirkan sepuluh Bali baru. Tujuan wisata yang masuk program tersebut adalah Danau Toba, Candi Borobudur, Lombok-Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Baca juga:  Masuk Kawasan PPKT, Pemkab Genjot Pembangunan Infrastruktur di Nusa Penida

Kelima destinasi wisata super prioritas tersebut diharapkan tidak hanya mampu menarik wisatawan, tapi, juga menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan warga setempat.

Dukungan Kementerian PUPR untuk Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas berupa pembangunan infrastruktur pada setiap lokasi, yang direncanakan secara terpadu.

Pembangunan tersebut berupa penataan kawasan, peningkatan akses, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur. Kementerian PUPR juga mengadakan pameran virtual bertajuk “Infrastructure for A Better Tomorrow” pada 12 hingga 30 November. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *