Bangunan pura di Pupuan Kecamatan Tegallalang, Gianyar mengalami kerusakan akibat gempa, Sabtu (16/10). (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Gempa bumi dengan magnitudo 4,8 pada Sabtu (16/10) pukul 04.18 WITA dirasakan dampaknya di Kecamatan Tegallalang Gianyar. Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Sudita mengatakan gempa bumi yang pusatnya di Kabupaten Karangasem menyebabkan kerusakan di sejumlah bangunan pura.

Kapolsek Tegallalang menyampaikan salah satu kerusakan dilaporkan di Desa Pupuan Kecamatan Tegallalang, Gianyar. Di wilayah perbatasan dengan Kecamatan Kintamani, Bangli itu, kerusakan dialami bangunan di Pura Puncak Telembu. Ini mencakup 4 pilar tembok yang ada di sebelah barat pura roboh.

Baca juga:  Jelang Eksekusi, Krama Desa Pakraman Pakudui Rangkul Tempek Kangin

Dua buah bangunan pelinggih/apit lawang roboh dan ujung bagian atas candi bentar pura roboh. “Tidak terdapat korban jiwa akibat dampak gempa tersebut, kerugian ditaksir Rp 64.000.000,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dampak gempa juga terjadi di Pura Puseh Desa Adat Perean Br. Perean, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar. Pelinggih Padmasana roboh pada bagian puncak atas. Korban jiwa nihil hanya saja kerugian ditaksir Rp 20.000.000.

Baca juga:  Satu Lagi Nakes di Gianyar Tekonfirmasi Positif COVID-19

Camat Tegallalang, Wayan Ari Trisna Handayani, menambahkan selain di Desa Pupuan dampak gempa juga dirasakan di Pura Pamuus, Banjar Apuh, Desa Sebatu, Tegallalang. “Dampak gempa bumi hanya merusak bagian tembok penyengker di Pura Pamuus,” jelasnya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *