Petugas memantau suhu tubuh menggunakan alat pemindai suhu tubuh saat simulasi penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (9/10/2021). Simulasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas dan sarana prasarana serta menguji standar operasional prosedur dalam pelayanan penumpang penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai. (BP/Antara)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dibukanya penerbangan Internasional melalui Bandara Ngurah Rai mengharuskan pelaku perjalanan dan wisatawan mancanegara (wisman) untuk melakukan karantina 8 hari. Untuk pelaksanaannya, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menyiapkan 35 hotel dan akan ditambah sebanyak 20 hotel.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar Jefri Hasurungan Sitorus, Sabtu (9/10), mengatakan untuk tahap pertama total akan ada 55 hotel yang disiapkan. “Saat ini masih 35. idealnya tergantung jumlah wisatawan yang masuk,” ucapnya.

Baca juga:  Rencana Buka Pariwisata Bali, Wagub Jabarkan Kesiapannya

Untuk lamanya karantina, kata Jefri, keputusan pemerintah masih tetap 8 hari. “Siapa tahu dalam waktu dekat ada perubahan akan kembali disampaikan,” katanya.

Sesuai koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah kamar yang disiapkan untuk karantina bagi wisman, harus 8 kali jumlah orang yang masuk dalam seharinya. “Jadi kalau seandainya yang masuk 1.500 sehari, yang disiapkan harus 8 kali dari 1.500 itu,” jelasnya.

Sedangkan untuk jumlah staf yang berjaga, ia menyebut disesuaikan dengan shift. “SDM yang diturunkan di bandara, 1 shift itu 30 orang. Di hotel karantina sebanyak 24 orang dibantu tenaga dari hotel,” terangnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

Baca juga:  Gubernur Koster Keluarkan SE, Larang Dua Hal Ini di Akhir Tahun
BAGIKAN