Seorang pegawai membawa alat kebersihan di salah satu hotel di Sanur, Denpasar. Sejumlah hotel di Denpasar yang telah lolos verifikasi disiapkan sebagai tempat karantina wisatawan mancanegara. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Bami telah membuka akses pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara (Wisman), Kamis (14/10). Kebijakan ini dilakukan untuk membangkitkan kembali pariwisata Bali yang telah terpuruk akibat hantaman pandemi COVID-19.

Warga dari 19 yang diperbolehkan berkunjung ke Bali harus memenuhi berbagai persyaratan protokol kesehatan. Salah satunya, wajib dikarantina selama 5 hari di hotel yang telah ditentukan Pemerintah Provinsi Bali dengan biaya ditanggung sendiri.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali telah menyiapkan 55 hotel karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Puluhan hotel itu tersebar di Nusa Dua (23 hotel), Kuta (10 hotel), Sanur (9 hotel) dan Ubud (13 hotel).

Baca juga:  Badung Uji Coba Pembukaan Objek Wisata

Total kapasitas kamar yang disediakan dari 55 hotel ini sebanyak 11.394 kamar. “Semua hotel ini sudah diverifikasi oleh KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan, red) Kelas I Denpasar,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali yang juga Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Made Rentin, Jumat (15/10).

Hotel karantina yang berada di wilayah Nusa Dua, diantaranya Grand Hyatt Ball, Melia Bali, Nusa Dua Beach Hotel, The Westin Nusa Dua, The Laguna A Luntury Collection, Courtyard By Marriott Nusa Dua, SOL by Melia Benoa Bali, Conrad Bali, Merusaka, The Mulia Resort and Villa, The Ritz Carlton Bali, Hilton Bali Resort Nusa Dua, Ibis Benoa, Novotel Nusa Dua, Mercure Nusa Dua, Amartera Nusa Dua, Sofitel Nusa Dua, Four Season Jimbaran, Movenpick Resort, Bvigari Resort, Ayana Resort, Renaissance Suites And Resort, dan The 101 Ball Fontana.

Baca juga:  Beda Persepsi, Penyebab Kasus HIV/AIDS Sulit Ditekan

Hotel karantina yang berada di wilayah Kuta, yaitu Novotel Bandara Ngurah Rai, Aston Kuta Hotel & Residence, Swiss-BelHotel Tuban, Bali Dynasty Resort, Fairfields by Marriott Bali Kuta Sunset Road, Hilton Garden Inn Bali Ngurah Rai Airport, Harper Kuta Bali, Pullman Legian, Mercure Kuta Beach, dan Ramayana Suites & Resort.

Hotel karantina yang berada di wilayah Sanur, yaitu Hyatt Regency, Griya Santrian, Taksu Sanur Hotel, Tandjung Sari, Prime Plaza Suites Sanur, Maya Sanur Resort & Spa, Swiss-Belresort Watu Jimbar, Maison Aurelia Sanur, dan Sudamala Sanur.

Baca juga:  Terkesan Jalan Sendiri-sendiri, DPRD Soroti Pengembangan Desa Wisata di Bangli

Sedangkan hotel karantina di wilayah Ubud, yaitu Maya Ubud Resort & Spa Ubud, The Westin Resort & Spa Ubud, Bali Ubud, The Ubud Village Resort & Spa Ubud, The Ubud Village Hotel, The Sankara Resort & Spa Ubud By Pramana, The Royal Pita Maha, Komaneka Resorts, Viceroy, Payogan, Four Season Ubud, Sthala Ubud Bali, Kajane Mua Villa Bali, dan Rimba Jimbaran Bali By Ayana. (Winatha/balipost)

BAGIKAN