Wisatawan berjalan-jalan di areal Monkey Forest Ubud. (BP/kup)

GIANYAR, BALIPOST.com – Hampir dua pekan dibuka, Monkey Forest Ubud mulai menunjukkan peningkatan kunjungan. GM Monkey Forest I Nyoman Sutarjana, Kamis (7/10), mengatakan hal itu.

Ia menyebut, sejak dibukanya DTW, pengunjung baik lokal maupun wisatawan mulai mendatangi Monkey Forest. “Sejak dibukanya DTW, pengunjung sudah mulai berdatangan,” ucapnya.

Sutarjana menjelaskan pengunjung saat hari kerja di kisaran 50 sampai 100 orang per hari. Kalau libur akhir pekan, bisa mencapai 150 orang per hari. “Pengunjung overseas sekitar 20 persen, kebanyakan pengunjung sudah tinggal di Bali,” jelasnya.

Baca juga:  30 Pengungsi Meninggal, Didominasi Kelompok Lansia

Terkait menyambut pembukaan pariwisata internasional pada 14 Oktober, Nyoman Sutarjana mengatakan pihaknya telah menerapkan aplikasi PeduliLindungi. “Semua persiapan sudah kita lakukan saat kita re-open, protokol kesehatan yang terpenting,” tegasnya.

Kadisparda Gianyar AA. Gde Putrawan mengatakan
Gianyar memiliki daya tarik wisata di ratusan lokasi. “Sebanyak 200 DTW tersebut, termasuk desa wisata,” ucapnya.

Ia menyebut pengelola akomodasi di Gianyar sudah siap menyambut open border yang akan dilaksanakan 14 Oktober. Ini dibuktikan akomodasi dan daya tarik wisata mengantongi sertifikat Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability (CHSE) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Baca juga:  Tim Satgas Yustisi Edukasi Pengunjung Alun-alun Gianyar

Kesiapan pariwisata Gianyar menyambut open border juga dibuktikan dengan pelaksanaan percepatan vaksinasi COVID-19. “Kini sudah dipercepat vaksinasi COVID-19 di 7 Kecamatan di Gianyar yang masih tercecer,” ucapnya

Penerapan aplikasi PeduliLindungi juga telah dilakukan. “Standar pelayanan yang disiapkan akomodasi dan daya tarik wisata tentunya sama untuk wisatawan domestik (wisdom) maupun wisman,” jelasnya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *