Mendikbudristek, Nadiem Makarim saat berkunjung ke Politeknik Negeri Bali, Kamis (7/10). (BP/Edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Bali belum dilakukan seluruh sekolah. Padahal di Bali, capaian vaksinasi untuk semua tenaga pendidik, siswa, termasuk masyarakat sudah sangat tinggi jika dibandingkan daerah lain.

Untuk itu, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim berharap adanya akselerasi bahwa terbatas bisa terjadi sangat cepat. Ia membandingkan di NTB sudah hampir 100 persen sekolahnya menggelar PTM terbatas.

Namun hal ini, kata dia, belum dilakukan di Bali. Harapannya di Bali, karena sudah berhasil menurunkan angka kasus COVID-19, termasuk juga capaian vaksinasi yang sudah sangat bagus yang mana ini merupakan capaian yang tidak mudah, PTM terbatas bisa diakselerasi.

Baca juga:  Polisi Kawal Pendistribusian Logistik Pilkada

Karena dirinya prihatin melihat anak SD dan PAUD selama ini mengalami begitu banyak ketinggalan dalam pembelajaran. “Saya tidak menginginkan itu berdampak permanen. Saya ingin sekali itu menjadi urgensi dari semua instansi pemerintahan. Tapi saya rasa harapan saya sekarang, Bali bisa jaya kebangkitan, pascapandemi ini Bali bisa menjadi pusat tourism global dan menjadi lebih besar lagi dari sebelumnya. Dan murid-murid Politeknik dan SMK bisa menjadi bagian daripada masa depan pulau ini,” katanya, Kamis (7/10) di Politeknik Negeri Bali.

Baca juga:  Kehadiran Negara di Hati Siswa

Secara nasional, kata Menteri Nadiem, persentase sekolah di Indonesia yang telah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) baru mencapai sekitar 50 persen. “Saat ini data terakhir yang saya ada itu sekitar 45 sampai 50 persen kalau tidak salah sekolah yang telah melaksanakan PTM. Itu bukan angka yang baik, kita masih ada angka 50 persen lagi yang belum melaksanakan PTM terbatas,” ujarnya.

Baca juga:  Sekolah Khusus Siswa Pengungsi Diterapkan, Guru Mengajar Dua Tempat

Ia menambahkan angka tersisa yang belum melaksanakan PTM adalah angka yang harus dikejar bersama dan kita harus berani menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mendorongnya. Melihat evaluasi PPKM semuanya sudah di level 2 dan level 3 sehingga sekolah sudah boleh menggelar PTM terbatas.

Terkait PTM Terbatas di Bali, Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan akan melihat kondisi di lapangan. Saat ini di Bali masih masuk dalam level 3. “Mudah-mudahan kalau tidak ada masalah, kita akan tingkatkan lagi,” jawabnya singkat. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN