I Wayan Gede Wirajaya. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – SD dan SMP di Kabupaten Bangli telah diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sejak 27 September lalu. Meski demikian, masih ada sejumlah sekolah yang belum bisa menggelar PTM karena berbagai kendala.

Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli I Wayan Gede Wirajaya mengungkapkan, dari total 28 SMP di Kabupaten Bangli terdapat 2 SMP yang belum bisa melaksanakan PTM terbatas. Kedua SMP itu yakni SMPN 5 Tembuku dan SMP Satap 2 Kintamani.

SMPN 5 Tembuku belum bisa menggelar PTM karena saat ini tidak tersedia ruang kelas di sekolah itu. “Karena ruang kelasnya masih proses rehabilitasi,” ungkap Wirajaya, Senin (4/10). Sedangkan kendala SMP Satap 2 Kintamani belum menggelar PTM lantaran ada dua orang tua siswa di sekolah itu yang terpapar covid-19.

Baca juga:  Gianyar akan Gelar PTM, Ini Pengaturannya

Jelas Wirajaya, sesuai aturan SKB 4 Menteri, tatkala ada warga sekolah yang terpapar covid maka kegiatan PTM di sekolah harus dihentikan sementara. Sekolah juga harus disteril. Meskipun di SMP Satap 2 Kintamani yang dilaporkan ada terpapar covid adalah orang tua siswa, namun hal itu dikhawatirkan berimbas pada siswa dan warga sekolah lainnya. “Jadi pihak sekolah sudah berdiskusi dengan komite, pihak desa, puskesmas, dan unsur terkait lainnya. Dari hasil koordinasi itu, diputuskan PTM di sekolah tersebut ditunda sampai kondusif. Belum sempat PTM di sana,” jelasnya.

Baca juga:  Pengungsi Gunung Agung, Mereka Senang Bisa Sekolah dan Dapat Teman Baru

Sedangkan di tingkat SD, sekolah yang menyatakan belum bisa menggelar PTM ada 7 sekolah dari total 163 SD yang ada di Kabupaten Bangli. Kendala belum PTM karena ruang kelas masih direhab total. “Dari 163 SD yang sudah PTM ada 136. Yang melapor tidak bisa tatap muka ada 7 sekolah. Selebihnya kami belum dapat informasi,” ungkap Wirajaya.

Sementara itu disinggung mengenai pelaksananan PTM di SD dan SMP yang sudah berjalan sejak 27 September lalu, mantan kasek SMPN 7 Kintamani itu mengaku pihaknya belum melakukan evaluasi. Namun berdasarkan laporan yang diterimanya, secara umum PTM berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti. Protokol kesehatan sudah berjalan baik sesuai dengan yang diamanatkan pemerintah. (Dayu Rina/Balipost)

Baca juga:  Dinilai Terburu-buru, Pergub PPDB Ditentang di Kota Denpasar

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *