Marsekal TNI (Purn.) IB Putu Dunia terpilih sebagai Ketua PHDI pusat dari hasil Mahasabha Luar Biasa. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia terpilih menjadi Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Masa Bhakti 2021-2026. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Bintang 4 ini terpilih dalam Mahasabha Luar Biasa (MLB) yang digelar oleh ForKom PHDI Provinsi se-Indonesia di Wantilan Pura Samuan Tiga Gianyar pada 18-19 September 2021.

MLB digelar berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar PHDI ini berjalan dengan tertib, kondusif dan saling asah, asih asuh. Putu Dunia, menjelaskan bahwa secara de facto dan yuridis sudah diatur di Anggaran Dasar (AD) PHDI. Yakni, dalam Pasal 30 ayat (4) dinyatakan “Dalam keadaan mendesak dan demi keutuhan Parisada, dapat diadakan Mahasabha Luar Biasa atas usul sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi yang ada.”

Dalam AD PHDI yang terdaftar sebagai Ormas Perkumpulan Keagamaan Pasal 28 ayat (4) juga telah dinyatakan: “Dalam keadaan mendesak dan demi keutuhan Parisada, dapat diadakan Mahasabha Luar Biasa atas usul sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi yang ada.”

Baca juga:  Kelanjutan Rencana Renovasi Pasar Seni Sukawati Dipertanyakan Pedagang  

Kendati demikian, dikatakan bahwa belum diumumkannya Organ Sabha Pandita dalam Mahasabha Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 18-19 September 2021, karena para peserta sangat menjunjung tinggi etika. Tidak menempatkan para Pandita dalam posisi ikut serta dalam kegiatan MLB yang dianggap baratayudha dalam menegakkan dharma.

Peserta dan pimpinan sidang MLB telah membuat keputusan bahwa dalam menyusun kepengurusan Sabha Pandita diserahkan sepenuhnya kepada para sulinggih yang tergabung dalam pasemetonan yang menyungsung pedharman di Pura Besakih dan pasemetonan dresta Hindu lainnya di Nusantara. Dan hasil yang akan disampaikan nanti menjadi bagian tak terpisahkan dalam Keputusan Mahasabha Luar Biasa yang sudah dilaksanakan. “Kami yakin dalam waktu singkat kepengurusan Sabha Pandita Masa Bhakti 2021-2026 segera akan kami umumkan,” ujar Putu Dunia dalam pernyataam resminya via Zoom, Selasa (21/9) malam.

Baca juga:  Dari Pemberlakuan Syarat Rapid Test Ketapang-Gilimanuk Beda hingga Ketut Maha Agung Resmi Jabat Kajari Badung

Lebih jauh dikatakan, bahwa Kepengurusan PHDI hasil MLB telah mendapat dukungan sepenuhnya dari Majelis Desa Adat (MDA) Bali, yang merupakan representasi 80 persej umat Hindu di Nusantara. “Langkah strategis kami adalah PHDI Pusat akan berkantor di Bali yaitu di gedung MDA Bali serta juga di Jakarta. Dan ini adalah sebagai jawaban atas harapan seluruh masyarakat Bali agar PHDI berkantor di Bali, untuk tetap terjaga kemurnian PHDI dari rongrongan sampradaya asing apapun di masa mendatang,” tandasnya.

Sebagai Pimpinan PHDI Periode 2021-2026 hasil Mahasabha Luar Biasa, Putu Dunia menghimbau kepada umat Hindu Dharma Indonesia untuk kembali bersatu. Tetap pada tujuan utama yaitu memurnikan PHDI dan menghilangkan sampradaya asing dari Hindu Dresta Nusantara.

Baca juga:  Kematian Capai Rekor, Seluruh Kabupaten/kota Tambah Korban Jiwa COVID-19

Terkait dengan pembentukan Bidang Pengadaan dan Evaluasi Buku Hindu, dikatakan saat ini PHDI sudah siap menerbitkan Buku Upadeca Nusantara. Ajaran-ajaran berkearifan lokal diangkat dan diajarkan di sekolah-sekolah, baik formal maupun non formal.

Hal ini akan diikuti evaluasi atas buku-buku Agama Hindu lainnya dan akan menarik buku-buku yang tidak sesuai dengan dresta Hindu nusantara. Juga memastikan buku-buku Hindu harus dinyatakan lulus oleh PHDI Pusat sebelum berdar di masyarakat. “Ini adalah langkah penyelamatan generasi muda Hindu dimasa mendatang dan penguatan SDM Hindu secara keseluruhan,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, Putu Dunia mengajak kepada para Ketua PHDI Provinsi, Kabupaten/Kota seluruh Indonesia bersatu padu, lahir dan batin. Untuk memurnikan PHDI dari pengaruh buruk dan konversi keyakinan yang dilakukan oleh aliran sampradaya, dan selalu saling asah, asih asuh, saling menasehati, dan saling memaafkan kesalahan. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

2 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *