Enesis Group dengan salah satu hero brand, Antis Hand Sanitizer nomor 1 di Indonesia, kembali berkolaborasi bersama tiket.com dalam Program Long Stay & VACcation Rewards. Kick Off Program diselenggarakan di InterContinental Bali Resort, Jimbaran, Jumat (3/9). (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Enesis Group, sebagai perusahaan FMCG lokal dengan produk kesehatannya, telah bekerjasama dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia sejak awal pandemi untuk menanggulangi COVID-19. Enesis Group dengan salah satu hero brand, Antis Hand Sanitizer nomor 1 di Indonesia, kembali berkolaborasi bersama tiket.com dalam Program Long Stay & VACcation Rewards.

Program ini merupakan salah satu langkah nyata guna mendukung program pemerintah, yaitu penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment). Kick Off Program diselenggarakan di InterContinental Bali Resort, Jimbaran, Jumat (3/9).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali, I Putu Astawa, Koord. Strakom dan Kemitraan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dedi Kurnia, Chief Sales & Marketing Officer Enesis Group, Ryan Tirta Yudhistira dan Vice President of Accommodation tiket.com, Cisyelya Bunyamin.

Ryan Tirta, Chief Sales & Marketing Officer Enesis Group mengatakan, Kolaborasi Antis dengan tiket.com dalam Program Long Stay & VACcation Rewards ini, bisa menjadi salah satu opsi bagi masyarakat yang hendak ‘travel revenge’ atau liburan balas dendam. Dalam hal ini, tiket.com menyediakan pilihan untuk masa menginap berkepanjangan dan dibekali Long Stay Kit bermanfaat dari Antis berisikan Masker, Antis dan Amunizer vitamin herbal yang berfungsi mencegah tubuh terpapar virus, meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca juga:  Hampir Seluruh Tenant di ITDC Kantongi Sertifikat CHSE
Penyerahan 500 ribu paket Antis kepada Kementerian Pariwisata. (BP/edi)

Karena walaupun sudah vaksin, tubuh tetap perlu asupan vitamin lengkap. “Harapannya dengan Kit ini bisa memberikan perlindungan ekstra selama di hotel,” katanya.

Untuk menikmati program ini, masyarakat cukup memesan hotel melalui aplikasi tiket.com. Periode menginap mulai dari 2 Agustus hingga 31 Oktober 2021.

Dengan minimum transaksi sebesar Rp 500.000, masyarakat secara otomatis akan mendapatkan diskon hingga Rp 375.000 dengan kode promo “Tiketlongstay”.

Baca juga:  Tak Hanya Hina Nyepi, Pelaku Ternyata Peretas dan Sebar Video Porno

VP of Accommodation tiket.com, Cisyelya Bunyamin, mengatakan, pihaknya menyadari kebutuhan wajib untuk longstay dari perjalanan antarkota, antar wilayah, bahkan antarnegara. Pihaknya telah menjangkau 600 mitra properti untuk turut bergabung dalam program bersama Antis ini. “Tentunya kami berharap bahwa program ini memiliki kontribusi bagi program pemerintah dalam menerapkan protokol kebersihan dan kesehatan di properti destinasi wisata, serta dapat menjadi solusi perjalanan yang diandalkan oleh masyarakat Indonesia,” harapnya.

Koord. Strakom dan Kemitraan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dedi Kurnia, mengatakan dalam pemulihan sektor parekraf dilakukan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE. Kemenparekraf juga mendorong program vaksinasi bagi para pelaku usaha parekraf yang dilaksanakan secara menyeluruh.

Mulai dari pelayan dan pemilik hotel, pekerja restoran, tour guide dan stakeholders. “Untuk itu pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri, kolaborasi dengan pemangku kepentingan akan memberikan dampak yang lebih optimal,” ujarnya.

Baca juga:  Masih Minim, Pelaku Usaha Kantongi Sertifikat CHSE di Karangasem
Penyerahan simbolis dari Kementerian pariwisata kepada Dinas Pariwisata Bali. (BP/edi)

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali, I Putu Astawa, mengatakan, Bali harus berani menyatakan sehat. Untuk memberikan kepercayaan bagi wisatawan harus dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Tentu dengan CHSE, peran Antis dan Enesis cukup berarti untuk menciptakan pariwisata yang sehat. Selain CHSE yang penting adalah bagaimana menciptakan Bali aman.

Keberlangsungan dari perilaku hidup bersih dan sehat akan menjadi New Normal dalam mengelola pariwisata dimas pandemi. “Ini adalah bagian untuk membangun kepercayaan. Kami juga terus mengedukasi agar karyawan pariwisata tidak tertular oleh wisatawan begitu juga sebaliknya. Tentu dengan selalu menerapkan prokes menjadi hal yang harus dikedepankan,” bebernya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan 500 ribu produk Antis ke Kementerian Pariwisata. Selanjutnya, dari pihak kementerian menyerahkan secara simbolis kepada Dinas Pariwisata Bali. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *