Tri Handoko Seto. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) memberikan bantuan pembangunan 153 Rumah Ibadah bagi umat Hindu pada 2021. Pembangunan dialokasikan di 29 Provinsi di Indonesia dengan anggaran sebesar Rp 10,2 miliar.

Dari 153 rumah ibadah umat Hindu yang dibangun, Bali merupakan provinsi yang paling banyak mendapatkan alokasi. Dana itu diperuntukkan pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah sebanyak 37 pura yang disesuaikan dengan jumlah umat Hindu di Bali.

Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Tri Handoko Seto, dalam rilisnya, mengatakan bahwa program pembangunan rumah ibadah umat Hindu didistribusikan untuk rehabilitasi dan pembangunan rumah ibadah yang baru. Ada yang dialokasikan untuk pembangunan rumah ibadah yang baru, ada juga yang dialokasikan untuk rehabilitasi rumah ibadah umat Hindu yang sudah tidak memadai.

Baca juga:  Karena Ini BPBD Pasang Larangan Mendaki di Pura Pasar Agung

“Dari 153 rumah ibadah umat Hindu yang dibangun, Bali merupakan provinsi yang paling banyak mendapatkan alokasi pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah sebanyak 37 pura yang disesuaikan dengan jumlah umat Hindu di Bali,” ungkap Tri Handoko Seto, Kamis (26/8).

Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi umat Hindu di berbagai daerah dalam melaksanakan aktivitas peribadatan. “Kita ingin menghadirkan kenyamanan dalam beribadah, mengingat sebagian dari umat Hindu tinggal di kampung-kampung pedesaan yang memiliki aksesibilitas terbatas,” ujarnya.

Baca juga:  Pelinggih Pura Bale Banjar Ambengan Ditimpa Pohon Kelapa

Selain mayoritas dalam bentuk pura, Tri Handoko Seto menuturkan bahwa pembangunan rumah ibadah umat Hindu juga dilakukan dalam bentuk lain yang disesuaikan dengan masing-masing kearifan lokal umat Hindu. “Ada yang berbentuk kuil untuk umat Hindu Tamil di Sumatera Utara, Sanggar Pamujan bagi Hindu di Jawa, dan Balai Basarah untuk umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah. Kita harapkan ragam etnis ini muncul sebagai bentuk kekayaan dan keberagaman Hindu nusantara,” ungkapnya.

Baca juga:  Dari Security Beralih ke Driver Gojek, Muska Bisa Nabung dan Ganti Kendaraan

Dirinya berharap program pembangunan rumah ibadah umat Hindu yang sudah berjalan tersebut dapat memperkuat fungsinya sebagai pusat penyebaran nilai-nilai kedamaian dan toleransi di tengah misi moderasi beragama di Indonesia. “Moderasi beragama menjadi salah satu misi utama program ini, sehingga kita berharap umat Hindu dapat terus menjadi contoh penggerak toleransi di Indonesia. Sesuai dengan ajaran-ajaran luhur dari kitab suci Weda,” pungkasnya. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *